Scroll untuk baca artikel
Agama

Buya Arrazy Hasyim: Secara Riwayat Nuzulul Qur’an, Biasanya Malam Ganjil 10 Hari Terakhir Ramadhan

×

Buya Arrazy Hasyim: Secara Riwayat Nuzulul Qur’an, Biasanya Malam Ganjil 10 Hari Terakhir Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Dr. H. Arrazy Hasyim, Lc, S.Fil.I., MA.Hum., atau yang kerap disapa Buya Arrazy- foto net
Dr. H. Arrazy Hasyim, Lc, S.Fil.I., MA.Hum., atau yang kerap disapa Buya Arrazy- foto net

Namun demikian terlepas dari semua itu ulama kita memperingati pada malam 17 karena itu malam pada hari selain Nuzulul Qur’an. Diakui Buya Arrazy Hasyim kebanyakan ulama sepakat untuk menetapkan peringatan Nuzulul Quran pada 17 Ramadhan. Mengapa ?

Apakah Sufi itu Ahlussunnah? Begini Penjelasan Buya Arrazy

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Karena pada malam itu, selain Nuzulul Quran, itu juga momen ketika para pejuang al-Qur’an. Yakni yaumul badar.

Berdasarkan salah satu hadits yang diriwayatkan dari Sayyidatuna Aisyah. Yakni ketika beliau ditanya apakah akhlaknya nabi Muhammad SAW Akhlaknya Nabi Muhammad adalah al-Quran.

BACA JUGA :  PT Capital Life Syariah Salurkan Donasi 79 Domba melalui BAZNAS

Syekh Junaid Al-Batawi, Menurut Buya Hamka

“Jadi sebenarnya al-quran itu sendiri ada pada nabi Muhammad SAW. Lalu untuk apa diturunkan?,” tanya Buya Arrazy Hasyim secara retoris.

Menurut Buya Arrazy Hasyim maknanya yakni Allah SWT telah menzahirkan dari diri Nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya Al-Quran langsung diterima Rasulullah SAW dari sisi Allah SAW. “Secara langsung, tanpa perantaraan,” ujar doktor kajian Islam dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Buya Yahya sebut muslim tak boleh ucapkan ‘Selamat Natal, Begini Alasannya

Sehingga menurut Buya Arrazy Hasyim, al-Quran sebenarnya tidak perlu perantaraan Lauhul Mahfudz melalui perantaraan malaikat Jibril AS. Tetapi tetap saja, karena Al Quran berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, maka harus melalui sejumlah fase formal.

BACA JUGA :  Otonomi Daerah pada Era Kekhalifahan