WawaiNEWS.ID – Di negeri tropis yang buahnya melimpah tapi sering berakhir cuma dimakan polos, rujak rambutan hadir sebagai bentuk perlawanan kecil terhadap kebosanan rasa. Saat musim rambutan tiba, buah manis berbulu ini tak lagi sekadar dikupas dan ditelan, melainkan diolah menjadi hidangan segar dengan perpaduan pedas, manis, dan asam yang bikin lidah waspada dan keringat keluar dengan bahagia.
Tak heran, rujak rambutan menjadi buruan banyak orang. Rasanya unik, segar, sedikit “nakal”, dan sangat Indonesia. Lebih menarik lagi, cara membuat rujak rambutan ternyata sederhana, tak butuh alat ribet atau jurus dapur tingkat dewa. Cukup niat, bahan segar, dan keberanian bermain rasa.
Rujak Rambutan: Sederhana, Tapi Jangan Diremehkan
Popularitas rujak rambutan lahir dari keberhasilannya menyatukan tiga rasa ekstrem dalam satu mangkuk. Manis alami rambutan berpadu dengan pedas cabai yang menggigit dan asam jeruk nipis yang menyegarkan. Sekilas tampak sederhana, tapi salah takaran sedikit saja, rasanya bisa berubah dari “segar” menjadi “menyesal”.
Karena itu, pemilihan bahan adalah kunci utama. Rambutan harus matang sempurna manis, berair, tapi tidak lembek. Rambutan yang terlalu matang akan mudah hancur, sementara yang belum matang akan merusak harmoni rasa.
Bahan-Bahan Rujak Rambutan
Untuk satu porsi keluarga atau camilan serius sore hari, siapkan:
- Rambutan: 1–2 ikat (±10 buah), kupas dan buang bijinya
- Cabai merah keriting: 10 buah
- Cabai rawit merah: 2–5 buah (sesuai nyali)
- Gula pasir: 2–10 sdm (sesuai selera manis)
- Air: 400–500 ml
- Jeruk nipis: 1–3 buah
- Garam: ½–1 sdt
- Asam jawa: ½ sdt (opsional, tapi direkomendasikan)
Semua bahan sebaiknya segar, karena rujak tidak mengenal kompromi bahan layu akan langsung terasa.
Cara Membuat Rujak Rambutan
- Kupas rambutan, buang bijinya, sisihkan daging buah.
- Iris cabai kecil-kecil agar rasa pedasnya keluar maksimal.
- Belah jeruk nipis, buang bijinya agar tak pahit.
- Masukkan rambutan ke dalam mangkuk besar.
- Tambahkan cabai, gula, garam, dan perasan jeruk nipis.
- Jika menggunakan asam jawa, larutkan dengan sedikit air panas, saring, lalu masukkan.
- Tuang air secukupnya, aduk hingga bumbu larut dan merata.
- Koreksi rasa. Tambah apa pun yang dirasa kurang ini wilayah bebas sensor dapur.
- Sajikan dingin untuk sensasi maksimal.
Variasi Rujak Rambutan yang Wajib Dicoba
- Rujak Rambutan Pedas Segar
Tambahkan rawit lebih banyak untuk sensasi “keringat nasional”. - Rujak Rambutan Belimbing Wuluh
Asamnya tajam dan segar, cocok bagi pecinta rasa ekstrem. - Asinan Rambutan
Lebih berkuah, lebih tajam, dan sangat menyegarkan di siang terik.
Tips Penyajian Biar Makin Nikmat
Sajikan rujak dalam kondisi dingin. Simpan di kulkas 1–2 jam agar bumbu meresap sempurna. Tambahkan es batu jika cuaca sedang kejam. Gunakan mangkuk bening supaya warna merah cabai dan putih rambutan tampil menggoda.
Rujak rambutan cocok sebagai camilan sore, penutup makan, atau alasan sah untuk kumpul sambil debat tingkat kepedasan.***







