PRINGSEWU – Kisah cinta sepihak kembali berakhir tragis. Seorang pria bernama Harsa Polanta (24) harus berurusan dengan hukum setelah nekat menusuk leher seorang pedagang bawang di Pasar Sarinongko, Kabupaten Pringsewu. Motifnya klasik, nyaris klise, sakit hati karena cintanya ditolak istri korban.
Insiden berdarah itu terjadi pada Senin siang (19/1/2026) dan terekam jelas kamera CCTV. Dalam rekaman yang kemudian viral di media sosial, pelaku terlihat mendatangi korban yang sedang duduk santai di meja kasir, lalu tanpa banyak dialog langsung mengayunkan pisau ke arah wajah korban. Korban sempat menghindar, namun tetap mengalami luka robek di bagian leher.
Kapolsek Pringsewu Kota, AKP Ramon Zamora, menjelaskan pelaku tidak memiliki hubungan personal dengan korban. Harsa justru mengenal istri korban sejak awal Januari 2026, saat sempat menumpang mobil dan meminta nomor teleponnya.
Sejak itu, pelaku kerap menghubungi korban melalui WhatsApp dan beberapa kali mendatangi toko bawang milik korban.
“Karena merasa terganggu, istri korban akhirnya meminta pelaku untuk tidak lagi datang ke toko dan berhenti menghubungi. Permintaan itu rupanya tidak diterima dengan lapang dada,” ujar AKP Ramon, Rabu (21/1/2026).
Penolakan tersebut justru memicu emosi pelaku. Bahkan, menurut kepolisian, Harsa sempat mengancam akan melukai korban usai berpapasan dengan istri korban di Pasar Pagelaran pada pagi hari kejadian. Ancaman itu benar-benar diwujudkan beberapa jam kemudian.
Korban, Dwi Yayan Tohari (35), warga Pringsewu Selatan, kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka tusuk di leher. Sementara pelaku yang mencoba kabur usai beraksi, justru bernasib apes ditangkap dan diamuk massa sebelum akhirnya diamankan polisi.
Kini, Harsa Polanta telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polsek Pringsewu Kota. Ia dijerat Pasal 468 KUHP tentang penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara. Sebuah harga mahal untuk cinta yang tak pernah diminta.
Cinta boleh diperjuangkan, tapi bukan dengan pisau. Pasar adalah tempat transaksi bawang, bukan arena drama berdarah akibat perasaan yang tak terbalas.***













