TANGGAMUS – Fenomena penggunaan dana desa di Pekon Wayliwok, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Tahun Anggaran 2020.
Banyak kegiatan di pekon tersebut hingga kini meski sudah memasuki tahun 2021 belum terealisasi alias mangkrak.
Sementara pemerintah pekon setempat mengakui bahwa dana desa sudah habis dan saat ini, tengah mencari dana talangan. Namun mencari ke mana tidak diberi penjelasan secara detail?.
Diketahui pembangunan drainase yang mangkrak, serta upah para pekerja yang belum terbayar ternyata terdapat jenis kegiatan lain yang hingga kini jadi pergunjingan dikalangan masyarakat setempat terkait realisasinya kegiatan melalui dana desa tahun 2020.
Seperti kegiatan Peningkatan Fasilitas Jamban/ Kakus bagi warga miskin, dengan anggaran sebesar Rp38,135 juta untuk 29 titik rumah warga. Tapi di lapangan realisasinya belum jelas.
Menanggapi hal tersebut Masrin, kepala Dusun di Dusun 2 Pekon Wayliwok sekaligus sebagai anggota TPK pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa mangkraknya kegiatan pembangunan drainase karena dananya habis.
“Ya, saya anggota TPK pembangunan drainase itu, tempatnya ada tiga titik, yang dua titik udah selesai, dan yang satu titik tinggal nerusin, makanya belum diterusin karena dananya habis kata Pak Pj” bebernya tidak merinci habis ke mana dana yang peruntukkan sudah dirinci tersebut.
Sementara, terkait kegiatan peningkatan fasilitas jamban untuk warga, Masrin menegaskan, realisasinya sedang berjalan, untuk sementara baru empat warga yang menerima, sedangkan semuanya dianggarkan 29 warga.
“Sepengetahuan saya baru empat warga yang menerima material untuk WC, yaitu per warganya 3 sak semen, 3 batang paralon, 3 batang besi dan kloset, dan saya gak tau siapa-siapa warga yang dapat” bebernya. Minggu (24/1/21).
Terkait hal itu, Pj. Kakon Wayliwok Azhari menyampaikan bahwa, mangkraknya kegiatan tersebut karena ia sedang mencari dana talangan dan adanya kendala dalam pelaksanaannya.
“Ya karena saya masih cari dana talangan, makanya belum selesai, karena ada kendala sedikit” jawabnya singkat.
Saat diminta untuk memperjelas soal mencari dana talangan dan kendala dalam pelaksanaan pembangunan drainase tersebut, Azhari enggan untuk menjelaskan apa yang menjadi kendala.
“Intinya ada kendala, gitu aja, yang jelas hari ini udah mulai mau dikerjakan pembangunan drainase sepanjang 100 meter dengan semaksimal mungkin” tuturnya
Lagi-lagi Azhari enggan untuk menjelaskan terkait peningkatan fasilitas jamban warga yang belum terealisasi, ia mengatakan akan di cek dulu berapa-berapanya jumlah warga yang menerimanya.
“Nanti kita tanya dulu, berapa yang terdata, yang pasti itu sedang berjalan” tandasnya.