Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Darurat, 20 Jutaan Anak Indonesia Perokok Aktif

×

Darurat, 20 Jutaan Anak Indonesia Perokok Aktif

Sebarkan artikel ini
ilustrasi rokok (ist)

wawainews.ID – Koalisi Nasional Masyarakat Sipil untuk Pengendalian Tembakau, menilai pemerintah masih lemah menghadapi gurita industri rokok di Indonesia.

“Indikator tersebut terlihat dari lemahnya larangan iklan rokok dan sponsorhip industri rokok dalam dunia olahraga,”tegas Elfansuri, aktivis Koalisi Nasional Masyarakat Sipil untuk Pengendalian Tembakau, ketika beraudiensi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rabu kemarin,(10/4/2019).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Baca Juga: Ternyata Daun Mangga Muda Simpan Banyak Khasiat Bagi Tubuh

Dikatakan larangan iklan yang lemah dan berkaitan sponsorhip industri rokok melibatkan anak seperti musik, olahraga, badminton dan terakhir ini sepakbola,” ujar Elfan saat .

Elfan memaparkan, data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018 menunjukkan bahwa prevalensi anak merokok usia 10 sampai 18 tahun meningkat ke 9,1 persen dari total populasi penduduk Indonesia.

“Artinya tidak kurang dari 20 juta anak Indonesia bisa jadi perokok aktif saat ini dan harusnya jadi konsern pemerintah,” tuturnya.

Kemarin itu, Elfan dan lembaganya mengadukan dugaan ekploitasi anak dalam gelaran olahraga bertajuk Garuda Select yang bekerjasama dengan Super Soccer TV.
Baca Juga: Generasi Milenial Disarankan Terapkan Gaya Hidup Sehat

Mereka menduga, program tersebut ditumpangi agenda komersialisasi rokok yang berujung pada eksploitasi anak.

“Kita tahu Super Soccer TV dalam menyiarkan larih tanding ke Inggris dan ditayangkan 24 jam di media sosial dan penyiaran yang berpotensi merugikan hak anak,” tutur Elvan.

Mengutip siaran pers Super Soccer TV, Elfan mengatakan bahwa mereka dalam programnya tidak hanya sebagai dukungan terhadap dunia olahraga an sich, tetapi juga demi kepentingan bisnis.

“SuperSoccer TV tertarik bekerjasama dengan PSSI dan membentuk sebuah program komersil jangka panjang yang saling menguntungkan. Program Garuda Se|ect ini bukan sekadar bentuk kerjasama sponsorship atau donasi, namun lebih sebagai peluang bisnis yang diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan yang terus berkembang bagi kedua pihak.”

“Dengan program yang menyeluruh, kami bisa mendapatkan berbagai konten yang mencakup penayangan pertandingan, program liputan kegiatan mingguan, program liputan all access harian hingga program merchandising dan branding lainnya.(nal)