Scroll untuk baca artikel
Opini

Disinformasi, Netral dan Independen

×

Disinformasi, Netral dan Independen

Sebarkan artikel ini
ilustrasi pemilu

Oleh: Abdul Rohman Sukardi

WAWAINEWS.ID – World Economic Forum (WEF) merilis ancaman dunia pada masa-masa mendatang. Ancaman itu bukan lagi fisickly. Justru ancaman non fisik ditempatkan pada nomer satu. Ialah disinformasi, atau hoax. Berita-berita sesat.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Ancaman dunia selama beberapa dekade yang telah lalu merosot ke nomer dua. Ialah ancaman iklim. Sedangkan ancaman ketiga memiliki korelasi pada ancaman pertama. Ialah disintegrasi.

Disinformasi, hoax, atau berita-berata sesat bisa memicu disintegrasi. Perpecahan antar ummat manusia. Bisa juga memicu konflik horisontal. Memicu perang.

Itulah ancaman terbesar bagi peradaban ummat manusia pada masa-masa mendatang. Menurut WEF.

Bagaimana cara kita menghadapi situasi itu. Agar kita selamat dari ancaman tikaman berita-berita sesat dan memicu disintegrasi.

Solusi standar sudah kita sering dengar. Check and recheck. Tabayun. Memperbanyak literasi. Saring sebelum sharing. Dan seterusnya.

Kali ini kita menggunakan perspektif berbeda. Sebagai pisau analisa dalam mencermati ancaman gempuran disinformasi itu.

BACA JUGA :  Bung Hatta, Maafkan Kami!

Ada sebuah metode dalam khasanah tradisi Jawa. Ialah “Metode Tempuran”.

Tempuran merupakan istilah. Menggambarkan titik temu dua atau beberapa arus besar sungai. Sudut bertemunya dua atau beberapa arus sungai yang hulunya berbeda itu disebut tempuran.

Tempat itu favorit bagi tradisi orang Jawa tertentu sebagai tempat meditasi. Tempat kontemplasi. Atau bertapa. Tempat mengasah kekuatan fisik dan batin.

Masyarakat awam menyebut sebagai laku atau cara meraih kesaktian. Akan tetapi bagaimana caranya sehingga mendapat kesaktian?.

Apakah berdiam diri di tempuran akan dengan sendirinya sakti?

Kita hanya bisa merasionalkannya. Meditasi atau berdiam diri di tempuran akan melatih kekuatan fisik dan kepekaan perasaan.

Kekuatan fisik terlatih dari tikaman arus air yang datang dari berbagai sudut. Kekuatan fisik juga terlatih dari tarikan arus air yang bertarung satu sama lain. Atau tarikan dari kumparan air yang deras.

Tikaman dan tarikan arus air itu lama kelamaan akan melatih kepekaan rasa. Terlatih peka membedakan kekuatan dan pola-pola arus air yang menikam dan menarik.

BACA JUGA :  Kita Ini Bangsa Apa?

Kepekaan memetakan kenapa arus menjadi kuat dan kemudian menjadi lemah.

Latihan kekuatan dan kepekaan dalam tempuran juga akan mengasah kepekaan dalam memetakan pola-pola pergeseran energi alam sekitar.

Tambahnya kekuatan fisik dan kepekaan rasa (terlatih oleh tikaman dan seretan arus) mungkin disebut masyarakat tertentu sebagai “kesaktian” itu.

Apa kaitan metode tempuran dengan disinformasi?.

Berdiam diri dalam titik temu arus sungai itu sama saja dengan melatih independensi. Independen dalam menghadapi tikaman dan tarikan arus sungai.

Semakin terlatih, semakin kuat menghadapi arus air. Semakin peka pula dalam memetakan pola-pola arus air.

Begitu pula menghadapi arus informasi. Independensi akan melatih kekuatan menghadapi tikaman dan tarikan beragam arus informasi. Baik informasi yang benar maupun hoax.

Lalu apa pijakan independensi dalam kumparan hoax itu?. Tiada lain hukum-hukum kehidupan universal. Panduan kehidupan yang diberikan Tuhan kepada ummat manusia.

BACA JUGA :  Presiden Prabowo Seriusi Transmigrasi?

Hidup dalam kumparan disinformasi harus teguh pada nilai-nilai atau hukum kehidupan universal itu. Secara konsisten. Agar tidak terseret beragam arus informasi dari berbagai arah itu.

Keteguhan pada pada nilai-nilai itu disebut independen. Jika dilakukan secara konsisten dari beragam benturan/tikaman arus pemikiran, propaganda, benturan informasi, yang baik atau buruk, tidak hanya tangguh dalam bersikap.

Akan tetapi juga peka dalam memetakan kekuatan propaganda, benturan informasi, maupun adu pemikiran yang datang dari berbagai arah.

Independensi berbeda dengan netral. Netral artinya tidak berpihak. Tidak terlibat. Tidak berada dalam pusaran pertarungan pemikiran.

Sedangkan independen adalah keteguhan sikap dalam menghadapi beragam tekanan arus informasi itu. Sekuat apapun dan seberapapun banyaknya disinformasi itu.

Maka kita perlu melatih independensi. Agar berhasil melewati ancaman disinformasi. Ancaman terbesar peradaban ummat manusia pada masa-masa mendatang.

ARS (rohmanfth@gmail.com); Jaksel, 13-02-2004.