WAWAINEWS.ID – Jembatan penghubung pada dua kampung di Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah, terputus.
Hal itu akibat hujan deras yang melanda wilayah setempat hingga membuat air sungai yang meluap dan berarus kencang dan menerjang jembatan hingga memutus akses Kampung Tanjung Anom menuju Bandar Sakti, Minggu (7/1/2024).
Kepala Kampung Tanjung Anom membenarkan, jembatan ambrol akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut sejak sore hari.
Debit air sungai yang tinggi, membuat permukaan arusnya menyentuh jembatan.
Akhirnya jembatan itu putus sekitar pukul 20.00 WIB. Diduga tekanan arus yang kuat membuat tanah penopang jembatan terkikis lalu jembatan ambrol.
Ia menjelaskan, jembatan itu adalah salah satu akses masyarakat menuju Kampung Bandar Sakti dan Kecamatan Gunung Batin.
Meskipun usianya sudah 20 tahun, namun kualitasnya terbilang bagus.
Hal itu dibuktikan dengan aktivitas muatan hasil bumi maksimal 7-8 ton yang mampu ditopang jembatan.
Hanya saja, konstruksi lama membuat tanah penopang jembatan tak mampu menahan.
Akhirnya, tanah terkikis saat debit air sungai meluap kala musim hujan.
“Sebenarnya musim hujan tahun lalu sudah mulai ada pengikisan, ternyata ambrolnya di tahun ini,” ujarnya.
Setiap hari, aktivitas petani, pelajar, dan pekerja banyak menggunakan jembatan tersebut.
Selama jembatan terputus, mereka harus lewat jalan lain.
Termasuk kendaraan pengangkut hasil bumi.
“Jembatan ini penghubung tercepat, kalau putus, ya harus memutar dan memakan waktu,” ujarnya.
Setelah kejadian, dirinya melaporkannya ke pemerintah setempat.
Laporannya pun direspon oleh BPBD Lampung Tengah dan langsung meninjau lokasi.
Rencananya, kata Wasis, 2 atau 3 hari kedepan akan ada tim turun ke lokasi membuat perencanaan perbaikan.
“Mudah mudahan segera bisa diperbaiki supaya masyarakat dapat melakukan kegiatan tidak terhambat,” pungkasnya. (*)