KOTA BEKASI – Suasana pesta pernikahan di Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, mendadak ricuh setelah dua wanita tepergok mencuri amplop pengantin. Aksi keduanya terekam video warga dan viral di media sosial, memperlihatkan detik-detik pelaku digiring serta diteriaki “maling” oleh tamu undangan dan keluarga pengantin.
Kedua wanita tersebut diduga berpura-pura menjadi tamu undangan. Mereka masuk seperti tamu lainnya, bahkan sempat menikmati hidangan, sebelum salah satu pelaku mengambil tumpukan amplop berisi uang saat suasana lengah.
Aksi itu dipergoki pengantin, sejumlah amplop sempat dibuang, namun warga keburu mengetahui dan mengamankan kedua terduga pelaku.
Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Sabtu (10/1/2026) dan telah dilaporkan ke kepolisian setempat. Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait proses hukum yang dijalani kedua wanita tersebut. Video kejadian yang belakangan viral menjadi pengingat, pesta sakral pun tak luput dari kejahatan oportunis.
Salah satu video memperlihatkan seorang wanita mengenakan gamis hijau tua digiring warga ke dalam rumah. Kericuhan tak terelakkan. Warga yang hadir, awalnya tamu undangan biasa, seketika berubah menjadi “tim keamanan dadakan”.
Fakta lain terungkap: pelakunya bukan satu, melainkan dua orang. Warga meminta keduanya mengeluarkan tas milik pengantin yang diduga telah dicuri. Keduanya hanya tertunduk, panik, dan tak banyak bicara. Tangis pecah, namun situasi sudah telanjur panas.
Dalam video lain, seorang warga bahkan menyebut kedua wanita itu berasal dari wilayah Tambun, Bekasi. Ucapan bernada mempermalukan pun terlontar, memperlihatkan bagaimana amarah massa kadang berjalan lebih cepat dari empati.
Menurut keterangan warga, kedua wanita tersebut datang layaknya tamu undangan biasa. Mereka masuk, duduk, bahkan sempat menikmati hidangan. Tak ada yang curiga hingga pengantin menyadari wajah-wajah asing yang tak dikenal siapa pun.
Kesempatan datang saat suasana lengah. Salah satu pelaku mengambil tumpukan amplop berisi uang. Aksi itu dipergoki. Beberapa amplop sempat dibuang untuk menghilangkan jejak, namun warga keburu tahu. Rencana kabur berubah jadi drama terbuka.
Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Sabtu (10/1/2026) dan telah dilaporkan ke kepolisian setempat. Namun, video kejadian baru beredar belakangan dan menyulut reaksi luas di media sosial.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi terkait proses hukum dan nasib kedua wanita tersebut.***













