Dugaan manipulasi data Dapodik guru honorer SMAN 1 Cukuh Balak atas nama Meli Safitri yang selama Tiga tahun tidak aktif memberikan jam pelajaran namun lulus ikut tes seleksi PPPK tahun 2023, ikut melibatkan nama Kepala Sekolah yang baru menjabat.
Sebelumnya, dugaan manipulasi data Dapodik Guru Honorer SMAN 1 Cukuh Balak yang akhir-akhir ini telah mencuat ke publik, dengan melibatkan nama Apridayani yang pada saat itu masih menjabat sebagai PLH Kepala Sekolah.
Hal tersebut sebagaimana dilansir Wawai News pada media lampung.jatimaktual, yang menuliskan dugaan keterlibatan Kepala Tata Usaha (K.TU) SMAN 1 Cukuh Balak, Hadi Mubarok, dalam pusaran dugaan kasus manipulasi data Dapodik.
Nama keduanya mencuat, sesuai keterangan dari Baidowi mantan Operator Dapodik SMAN 1 Cukuh Balak. Bahkan Apridayani menyampaikan kekecewaannya melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp terhadap dirinya.
“Ini kenapa bisa begini Bai, jangan menyelamatkan diri sendiri geh,” Kalimat pesan singkat Apridayani kepada Baidowi.
Seorang guru tenaga honorer SMAN 1 Cukuh Balak Meli Safitri yang diduga sudah tiga tahun tidak aktif sebagai tenaga didik, dinyatakan lulus ikut tes Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023, pada Kamis (4/1/2024).
Sementara itu, beberapa guru honorer yang cukup lama mengajar di SMAN 1 Cukuh Balak tersebut, gagal saat ikut tes sebagai Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Menurut keterangan satu diantara dari sejumlah sumber, bahwa yang bersangkutan guru honorer SMAN 1 Cukuh Balak (red) yang lulus tes sebagai PPPK tersebut, sebelumnya sudah tidak pernah aktif sebagai tenaga didik sejak tiga tahun kebelakang.
“Sepengetahuan saya dia itu sudah lama tidak pernah aktif mengajar di SMAN 1 Cukuh Balak, terhitung sejak dari tahun 2020,” Kata Sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Bahkan berdasarkan keterangan dari sumber yang berbeda, bahwa guru honorer SMAN 1 Cukuh Balak tersebut sudah tidak lagi tergabung di group WhatsApp para dewan guru, dan hal tersebut menandakan bahwa yang bersangkutan dinyatakan sudah tidak aktif lagi.
“Kalau pun memang sudah tidak aktif lagi mengajar di situ, kenapa pihak operator tidak menghapus namanya di Dapodik, ini menjadi pertanyaan kami,” Jelasnya.
Kejanggalan yang lain, masih menurut narasumber, guru honorer yang dimaksud, berdasarkan informasi yang mereka dapat, sudah menjadi tenaga honorer di Bandar Lampung.
Sedangkan keterangan kepala sekolah SMAN 1 Cukuh Balak yang baru menjabat, guru tersebut tidak memiliki surat izin.
“Ini sangat janggal, sepertinya ada permainan dengan pihak operator sama wakil kepala sekolah,” Imbuhnya
Di lain pihak, Wakil Kepala SMAN 1 Cukuh Balak, Apridayani, dalam keterangannya melalui sambungan WhatsApp, bahwa guru honorer yang dimaksud merupakan guru honorer aktif yang mengantongi surat izin cuti dengan keperluan untuk melanjutkan pendidikan.
“Dia bukan tidak aktif tapi dia izin cuti dengan keperluan untuk mengambil jenjang S2, dan itu di awal bulan Agustus tahun 2022,” Ujar Apridayani.
Apridayani pun mengatakan, Meli Safitri merupakan guru di bidang kimia yang harus dipertahankan oleh pihak sekolah, dengan alasan bahwa satu-satunya guru yang mempunyai potensi sesuai dengan bidangnya. ***













