Saat dicegat, tiga orang diduga anggota Brimob tersebut menanyakan maksud Vhio mengambil foto dan video di rumah besar yang ada di komplek perumahan itu.
Tapi orang tersebut langsung menganiaya korban dengan cara menyeret dan membanting serta memukul korban, bahkan sempat melepaskan tembakan ke udara.
BACA JUGA: Ini Lampung Gaess, Wartawan Dipukul Gegara Minta Bagian ‘Amplop’
“Tiga orang itu dua orang seragam Brimob bersenjata laras panjang dan satu orang pakaian preman, mereka menyeret, membanting, ada yang nendang, dan memukul, saya dibuat seperti teroris,“ terang Vhio kepada awak media.
Dikatakan bahwa dia mengambil foto dan video rumah itu karena insting jurnalisnya dalam menjalankan tugas wartawan dan mencurigai aktivitas dirumah itu.
Tapi berujung petaka hingga korban babak belur mengalami luka dibagian wajah sebelah kiri dan benjol dipelipis mata kiri luka kaki dan luka bagian tangan.
BACA JUGA: Tak terima lahan ditertibkan, oknum penguasa lahan ex TDA lecehkan wartawan di Sukajaya
Tak sampai disitu, usai menganiaya, ketiga orang tersebut memborgol Vhio dan membawa Vhio ke Mapolres Lubuklinggau.
”Sampai di Polres saya tanya kesalahan saya apa dan dasar membawa saya apa, sehingga akhirnya saya disuruh pulang,” kata Vhio.












