BANDUNG — Setelah sempat “galak” menjelang dan saat Lebaran, harga kebutuhan pokok alias harga sembako di Jawa Barat akhirnya mulai turun. Bukan karena iba pada dompet masyarakat, tapi karena hukum klasik pasar kembali bekerja: pasokan stabil, permintaan turun, harga pun ikut melunak.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Nining Yuliastiani, menyebut tren penurunan ini terjadi hampir di seluruh komoditas utama, terutama cabai dan daging dua “aktor utama” inflasi musiman yang selalu naik panggung saat hari besar.
Cabai Turun Drastis: Dari Pedas ke “Bersahabat”
Komoditas cabai menjadi bintang utama penurunan harga:
- Cabai rawit merah turun 24,01% → Rp71.888/kg
- Cabai merah keriting turun 16,25% → Rp41.678/kg
- Cabai merah besar turun 26,94% → Rp47.184/kg
Setelah sebelumnya bikin pedagang dan pembeli sama-sama “panas”, kini cabai mulai kembali ke habitat normalnya.
“Permintaan masyarakat kembali normal, itu yang paling berpengaruh,” ujar Nining.
Terjemahan bebasnya: bukan cabainya yang berubah, tapi euforia belanjanya yang sudah selesai.
Daging dan Ayam: Ikut Turun Setelah “Pesta” Usai
Harga protein hewani juga mulai jinak:
- Daging sapi turun 7,07% → Rp141.548/kg
- Daging ayam ras turun 5,24% → Rp41.908/kg
Kondisi ini menunjukkan pola klasik tahunan: saat Lebaran, harga melonjak karena permintaan tinggi. Setelah itu, pasar kembali “dingin”.
Bawang Ikut Merunduk, Pasokan Jadi Kunci
Komoditas bawang juga tak ketinggalan:
- Bawang merah turun 5,53% → Rp38.968/kg
- Bawang putih honan turun 1,25% → Rp35.346/kg
Penurunan ini didorong oleh pasokan yang cukup, bahkan untuk bawang putih disebut mengalami surplus.
Dalam bahasa sederhana: stok aman, harga pun lebih santai.
Beras: Turun Tipis, Tapi Stabil
Untuk komoditas paling sensitif beras penurunan terjadi meski tipis:
- Beras medium: Rp13.164/kg (turun 0,13%)
- Beras premium: Rp14.549/kg (turun 0,12%)
Angka kecil, tapi penting. Karena stabilitas beras seringkali lebih krusial daripada sekadar penurunan harga.
Strategi Pemprov: Jangan Hanya Turun Musiman
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tak ingin penurunan ini hanya jadi “efek Lebaran”. Ke depan, strategi yang disiapkan meliputi:
- Penguatan distribusi antarwilayah
- Peningkatan cadangan pangan
- Kerja sama antar daerah (KAD)
Tujuannya jelas: menjaga harga tetap stabil, bukan hanya turun sesaat lalu melonjak lagi saat momen berikutnya.
Satir Realita: Harga Turun, Trauma Belanja Masih Ada
Meski harga mulai turun, sebagian masyarakat masih “trauma Lebaran” ketika cabai terasa seperti komoditas mewah dan daging seperti investasi jangka pendek.
Kini harga sudah lebih bersahabat, tapi refleks menawar dan membandingkan harga tampaknya masih akan bertahan beberapa waktu.
Penurunan harga ini menjadi kabar baik, tapi bukan akhir cerita. Tantangan berikutnya adalah menjaga stabilitas agar tidak kembali bergejolak saat momen besar berikutnya.***













