Scroll untuk baca artikel
InfrastrukturZona Bekasi

Hujan Turun, Jalan Tumbang: Bekasi Berlubang, Warga Berjatuhan

×

Hujan Turun, Jalan Tumbang: Bekasi Berlubang, Warga Berjatuhan

Sebarkan artikel ini
kondisi jalan Cut Meutia Kota Bekasi, berlubang setelah hujan terus menerus

KOTA BEKASI – Hujan lebat yang mengguyur Kota Bekasi kembali membuktikan satu hal klasik: air turun, aspal menyerah. Sejumlah ruas jalan utama berubah fungsi dari infrastruktur publik menjadi arena jebakan maut yang memicu kecelakaan lalu lintas hingga kemacetan panjang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan terpantau cukup parah di berbagai titik strategis, di antaranya Jalan Narogong, Jalan KH Noer Ali, Jalan Raya Khairil Anwar, Jalan Raya Jatimakmur–Komsen, Jalan Ahmad Yani, serta beberapa wilayah lain. Aspal terkelupas, lubang menganga, dan genangan air seolah bersatu membentuk kombinasi sempurna penguji kesabaran warga.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Bagi pengendara sepeda motor, kondisi ini bukan sekadar mengganggu kenyamanan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan. Banyak lubang jalan yang tertutup air hujan sehingga sulit terdeteksi. Akibatnya, sejumlah pengendara dilaporkan terjatuh setelah roda kendaraan mereka “menemukan” lubang lebih dulu.

“Saya bukan sedang uji nyali, saya cuma mau pulang,” ujar Bang Ama, salah seorang warga sekaligus pengendara yang nyaris menjadi korban. Ia berharap pemerintah daerah tingkat kota maupun provinsi tak lagi menganggap persoalan ini sebagai rutinitas musiman belaka.

BACA JUGA :  Ketua Dekranasda Bekasi Tampil Memukau dengan Batik Motif Bambu dan Mpok Asih di Munas APEKSI

Selain memicu kecelakaan, kerusakan jalan juga berdampak serius pada kelancaran arus lalu lintas. Antrean kendaraan tampak mengular di berbagai ruas karena pengendara terpaksa memperlambat laju, zig-zag menghindari lubang, atau berhenti mendadak saat sadar jalan di depannya tak lagi bersahabat.

Warga mendesak pemerintah segera mengambil langkah cepat dan konkret, mulai dari perbaikan darurat hingga penanganan permanen yang tidak sekadar “tambal-sulam saat ramai diberitakan”. Sebab, hujan mungkin tak bisa dicegah, tapi jalan rusak jelas bisa diantisipasi.

BACA JUGA :  10 Tahun Tertahan, Wali Kota Bekasi Serahkan Ijazah SMK Warga Pondok Gede

Sementara menunggu respons nyata dari pihak berwenang, masyarakat diimbau tetap waspada dan ekstra hati-hati saat berkendara, terlebih di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi melanda wilayah Kota Bekasi. Karena di kota ini, lubang jalan sering kali lebih dulu datang daripada rambu peringatan.***