LAMPUNG TIMUR – Puluhan warga sekitar pusat ibu kota Lampung Timur di Sukadana, turun aksi tebar ikan lele pada kubangan jalan yang rusak menuju komplek Pemda setempat, Senin 22 April 2024.
Warga yang kesal karena jalan tak kunjung diperbaiki pun menyebut Bupati Lampung Timur dan Wakil Bupatinya dalam bahasa daerah banyak ‘pedem dawah’ alias tidur siang.
“25 Tahun Kabupaten Lampung Timur, tapi jalan ibu kota di Sukadana seperti ini, padahal Wakil Bupati asli orang Sukadana ini. Ini mereka banyak ‘pedem dawah’ harus viral dulu baru diperbaiki,”ungkap salah seorang emak-emak ikut menyaksikan orang menebar dan mencari ikan di kubangan.
Diketahui bahwa sepekan terakhir sebelum puncak HUT Lampung Timur ke-25 pada 20 April 2024, video kerusakan parah jalan di Kecamatan Sukadana menjadi sorotan utama warga.
Hal ini memicu gelombang kekecewaan terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Video jalan rusak itu ramai diunggah di berbagai platform seperti Facebook, Tiktok, Instagram, dan WhatsApp.
Warga juga menyertakan ungkapan kekesalan terhadap lambannya perbaikan jalan tersebut, meski sudah berganti pemimpin beberapa kali.
jalan rusak tersebut terletak di pusat kota, menjadi etalase utama kemajuan Lampung Timur.
Penyimbang Adat: 25 Tahun Lamtim Carut-marut
Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Lampung Timur Meminta Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur Tahun 2024 untuk Fokus membenahi infrastruktur khususnya jalan dilingkungan Kota Sukadana yang kerusakannya semakin parah.
“Ini tahun politik jadi keduanya harus bergerak cepat nenuntaskan program yang belum terlaksana dan akan mengurangi fokus”, Ketua umum MPAL Sidik Ali, gelar Suttan Kiyai usai Menghadiri Upacara HUT Kabupaten Lampung Timur dihalaman Kantor Pemkab Lamtim Senin 22 April 2024.
Dikatakan Satu Dasawarsa berdirinya kabupaten Lampung Timur tetapi belum menampakkan wajah ibukotanya. Carut-marut terlihat di berbagai tempat rumput menutupi lingkungan komplek perkantoran Pemkab Lamtim.***