Hal itu akibat ketidak jelasan dari Inspektorat terkait laporan warga. Harusnya itu bisa jadi prioritas agar apa yang terjadi di Pekon itu bisa dibenahi.
“Permasalahan di Pekon itu jangan dianggap sepele atau dianggap enteng, karena atas hal tersebut menimbulkan adanya ancaman-ancaman atau teror dari luar terhadap warga yang melaporkan, dikhawatirkan jika ada intimidasi dari pihak-pihak tertentu terhadap warga karena kelamaan tidak ada penanganan” katanya.
Menurutnya banyak hal lainnya tidak ada kejelasan setelah di laporkan ke inspektorat. Jika hal itu dibiarkan, kedepan warga yang melihat adanya kecurangan di wilayahnya malas untuk melapor.
“Sudah hampir dua minggu sejak laporan warga Pekon Antar Brak ke Inspektorat. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan, inspektorat hanya memberi jawab normatif, segera turunkan tim, lakukan pemeriksaan dan lainnya, tapi nyatanya nol, akhirnya masyarakat makin tidak percaya terhadap kinerja Inspektorat” tegas Supriyan.
Sementara itu dikonfirmasi terpisah oleh wartawan, Sekretaris Inspektorat, Gustam mengaku baru melakukan pemeriksaan laporan dan pemanggilan Sekretaris Pekon dan BHP. Ia juga menyampaikan Inspektorat akan segera investigasi dan turunkan tim.












