Scroll untuk baca artikel
Internasional

Iran Klaim Hantam Kantor PM Israel dengan Rudal Kheibar, Ketegangan Timur Tengah Kian Membara

×

Iran Klaim Hantam Kantor PM Israel dengan Rudal Kheibar, Ketegangan Timur Tengah Kian Membara

Sebarkan artikel ini
Rudal balistik Kheibar (Foto: Iran's Ministry of Defence/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS)

WawaiNEWS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali naik level setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran mengklaim telah meluncurkan serangan rudal yang menargetkan kantor Perdana Menteri Israel dan markas komandan angkatan udara Israel. Pernyataan tersebut disiarkan kantor berita Fars dan dikutip berbagai media internasional, Senin (2/3/2026).

Dalam keterangan resminya, IRGC menyebut “kantor perdana menteri kriminal rezim Zionis” sebagai salah satu sasaran. Hingga kini belum ada konfirmasi independen mengenai dampak serangan maupun laporan kerusakan dari pihak Israel. Pemerintah Israel sendiri belum memberikan rincian resmi terkait klaim tersebut.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Iran menyatakan rudal yang digunakan adalah Kheibar senjata balistik yang pertama kali diperkenalkan pada 2022. Nama Kheibar merujuk pada simbol historis yang kerap digunakan dalam narasi politik regional, menambah lapisan simbolik dalam eskalasi retorika kedua negara.

Menurut laporan The New York Times, rudal Kheibar berbahan bakar padat dan dilengkapi sistem panduan canggih dengan jangkauan sekitar 1.450 kilometer. Secara teknis, jarak tersebut memungkinkan rudal menjangkau wilayah Israel jika diluncurkan dari Iran.

BACA JUGA :  Fakta Penting Dibalik 75 Tahun Nakba atau Pengusiran Massal Warga Palestina oleh Israel

Yang membuatnya menjadi sorotan analis pertahanan adalah hulu ledaknya yang diklaim mampu bermanuver untuk menghindari sebagian sistem pertahanan udara konvensional.

Di atas kertas, spesifikasi itu terdengar impresif seperti brosur pameran militer yang ditulis dengan penuh percaya diri. Namun dalam realitas geopolitik, setiap klaim teknologi selalu diuji bukan hanya oleh fisika, tetapi juga oleh diplomasi dan respons militer lawan.

Israel selama ini mengandalkan sistem pertahanan udara berlapis, termasuk Iron Dome dan sistem jarak menengah serta jauh lainnya. Setiap eskalasi yang melibatkan rudal balistik berpotensi memperluas konflik, bukan hanya antara Teheran dan Tel Aviv, tetapi juga menyeret aktor regional dan global.

BACA JUGA :  Wabah COVID-19 telan 30 Ribuan Korban Jiwa di Seluruh Dunia

Analis menilai, di tengah perang narasi dan unjuk kekuatan ini, kedua pihak sama-sama mengirim pesan strategis: Iran menunjukkan kapasitas jangkauan militernya, sementara Israel kemungkinan akan merespons dengan pendekatan keamanan berlapis dan tekanan diplomatik.

Di kawasan yang sudah lama sensitif, satu rudal atau bahkan satu pernyataan bisa menjadi pemantik babak baru ketegangan internasional.***