Scroll untuk baca artikel
Head Line

Tragis! Izin Ngarit Rumput, Cucu dan Kakek Ditemukan Meninggal di Sungai Karang Anyar Lamtim

×

Tragis! Izin Ngarit Rumput, Cucu dan Kakek Ditemukan Meninggal di Sungai Karang Anyar Lamtim

Sebarkan artikel ini
ilustrasi tenggelam

LAMPUNG TIMUR – Dua warga Karang Anyar, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur ditemukan meninggal di sungai desa setempat. Keduanya merupakan cucu dan kakek, sebelumnya izin mencari rumput.

Korban ditemukan meninggal di sungai itu, diketahui bernama Ngadikin (55) dan cucunya Nanda (18).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Keduanya menurut keterangan keluarga sebelum ditemukan meninggal malam, izin mencari rumput untuk pakan ternak sapi, pada 14.00 WIB dengan membawa sepeda motor,”ujar warga.

BACA JUGA :  Gubernur Jabar Bonceng Legenda Pembalab Indonesia Keliling Kota Mataram

Namun, saat ini di wilayah setempat debet sungai di desa Karang Anyar tengah meluap. Diduga kakek dan cucu itu menggunakan sampan untuk menuju lokasi tempat mereka mengambil rumput.

Menurut warga setempat, hal tersebut biasa dilaksanakan warga untuk mencari kebutuhan pakan hewan ternaknya harus menggunakan perahu untuk menyebrangi sungai Karang Anyar. Tapi kondisi saat ini debet air meluap lagi musim banjir.

BACA JUGA :  Anggaran Publikasi Media di Tanggamus Anjlok, Dua Dinas Saling Lempar Bola

Informasi pertama kali disampaikan istri Ngadikin gelisah karena hingga pukul 19.30 WIB korban belum pulang ke rumah. Ia sempat mencari seputaran Sungai Karang Anyar pada malam hari dan menemukan sepeda motor suaminya.

Hingga akhirnya dibantu warga setelah satu jam lamanya kakek dan cucu ditemukan dalam kondisi meninggal dengan berdekatan terapung di sungai.

BACA JUGA :  100 Hari Pemerintahan, Rotasi Jabatan Tak Kunjung Jalan: Bupati Tanggamus Diduga Tersandera Politik

“Informasi dari keluarga Pak Ngadikin bisa berenang, tapi Nanda sang cucu tidak bisa berenang. Jasad keduanya ditemukan hampir ditepi sungai sebelah seberang, mungkin perahu didorong arus air,”kata tetangga korban.***