Scroll untuk baca artikel
Head LineLampung

Jalan Provinsi atau Arena Offroad? Lubang 20 Cm di Sekampung Udik Lampung Timur Intai Pemudik Lebaran

×

Jalan Provinsi atau Arena Offroad? Lubang 20 Cm di Sekampung Udik Lampung Timur Intai Pemudik Lebaran

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalan milik provinsi Lampung di Desa GSB Sekampung Udik, yang terkesan sengaja dibiarkan rusak dan bersiap menelan korban saat arus mudik lebaran ini - foto Jali

LAMPUNG TIMUR – Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 H, kondisi ruas jalan milik Pemerintah Provinsi Lampung di wilayah Sekampung Udik justru memprihatinkan. Alih-alih mulus untuk menyambut pemudik, jalan tersebut kini dipenuhi lumpur, bebatuan, dan lubang dalam yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

Kerusakan parah terlihat di tikungan Batuketing, Desa Gunung Sugih Besar, pada jalur penghubung Pugung Raharjo menuju Metro. Jalan ini merupakan salah satu akses penting yang digunakan masyarakat setiap hari, termasuk oleh para pemudik yang melintasi wilayah tersebut.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Namun kondisi yang ada saat ini jauh dari kata layak. Di sepanjang ruas jalan, lubang-lubang dengan kedalaman diperkirakan mencapai sekitar 20 sentimeter tersebar di berbagai titik.

Jika tidak waspada, pengendara bisa saja mendadak “menguji suspensi kendaraan” atau lebih buruk lagi, kehilangan kendali.

Lubang Tertutup Genangan, Risiko Kecelakaan Meningkat

Berdasarkan pantauan di lapangan, risiko kecelakaan semakin tinggi ketika lubang-lubang tersebut tertutup genangan air saat hujan.

BACA JUGA :  Usai Upacara HUT RI, Kadis Koperindag Tanggamus Meninggal Dunia

Dalam kondisi seperti itu, pengendara sering kali tidak menyadari keberadaan lubang hingga terlambat menghindar.

Situasi ini memaksa banyak pengendara melakukan manuver mendadak untuk menghindari lubang, yang justru bisa memicu kecelakaan baru, terutama pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.

Menurut warga setempat, ruas jalan tersebut sudah beberapa kali memakan korban kecelakaan, terutama bagi pengendara luar daerah yang tidak familiar dengan kondisi jalan.

Sudah Viral, Tapi Belum Diperbaiki

Ironisnya, kerusakan jalan tersebut sebelumnya telah disoroti oleh anggota DPRD Lampung dari Fraksi PKS, Yusnadi, yang sempat memviralkan kondisi jalan tersebut melalui pesan terbuka kepada dinas terkait.

Namun hingga kini, warga menilai belum ada langkah konkret dari pemerintah provinsi untuk memperbaiki jalan tersebut.

Tokoh masyarakat Desa Toba, Dul T, mengaku kecewa karena aspirasi masyarakat dan bahkan peringatan dari anggota dewan belum juga membuahkan hasil.

BACA JUGA :  ALAMAK! Jalan Belasan Miliar di Tanggamus Ambles, Baru Tiga Bulan Serah Terima

“Anggota dewan saja sudah mengultimatum meminta perhatian provinsi menyambut Lebaran, tapi dicuekin. Apalagi kami rakyat biasa,” ujar Dul T kepada wartawan, Jumat (13/3).

Ia menambahkan, masyarakat kini hanya bisa pasrah dengan kondisi jalan yang semakin membahayakan.

Jalur Vital, Tapi Terabaikan

Jalur Pugung Raharjo – Metro merupakan akses vital bagi masyarakat di wilayah Lampung Timur. Selain digunakan untuk aktivitas ekonomi dan pendidikan, jalur ini juga menjadi rute alternatif bagi kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.

Menjelang Lebaran, intensitas lalu lintas di jalur ini dipastikan meningkat karena mobilitas pemudik dan masyarakat yang pulang kampung.

Namun jika kondisi jalan tetap seperti sekarang, potensi kecelakaan diperkirakan akan meningkat.

Sindiran Warga: Dekat Tim Sukses Gubernur

Kekecewaan warga juga semakin besar karena lokasi jalan rusak tersebut disebut tidak jauh dari bangunan milik tim sukses Gubernur Lampung saat Pilkada lalu, yakni Rahmat Mirzani Djausal.

Menurut Dul T, kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  Kolam Megalitikum Pugung Raharjo: Antara Wisata Sejarah, Spa Mistis, dan Drama Pacaran Nyasar

“Lebih ironisnya lagi di lokasi jalan rusak itu ada bangunan milik tim sukses gubernur waktu Pilkada dulu. Tapi kok diam saja, terkesan tidak peduli,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan warga yang berharap pemerintah daerah lebih responsif terhadap kondisi infrastruktur.

Warga Minta Perbaikan Segera

Warga lainnya, Abas, berharap pemerintah provinsi segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki ruas jalan tersebut.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keselamatan masyarakat.

“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini agar para pengguna jalan tidak terus menjadi korban,” kata Abas.

Bagi masyarakat setempat, kondisi jalan tersebut kini menjadi simbol klasik persoalan infrastruktur: jalan berlubang sering kali lebih cepat muncul daripada proyek perbaikannya.

Menjelang Lebaran, warga hanya berharap satu hal sederhana agar perjalanan pemudik tidak berubah menjadi “wisata menghindari lubang” di jalan provinsi yang seharusnya aman dilalui.***