Scroll untuk baca artikel
Lampung

Jembatan Way Bungur Akhirnya Ditengok Menteri PU, Warga Menarik Napas

×

Jembatan Way Bungur Akhirnya Ditengok Menteri PU, Warga Menarik Napas

Sebarkan artikel ini
Jembatan Way Bungur di Desa Kali Pasir, Kabupaten Lampung Timur, akhirnya mendapat kunjungan langsung dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Kamis (5/2) - foto doc

LAMPUNG TIMUR — Setelah bertahun-tahun menjadi cerita tentang penantian, risiko keselamatan, dan keluhan warga, Jembatan Way Bungur di Desa Kali Pasir, Kabupaten Lampung Timur, akhirnya mendapat kunjungan langsung dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

Bagi masyarakat setempat, kedatangan pemerintah pusat ini bukan sekadar agenda kerja, melainkan sinyal bahwa jembatan yang selama ini “hidup di atas wacana” mulai naik kelas menjadi prioritas nyata.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kunjungan tersebut disambut sebagai angin segar, mengingat jembatan ini merupakan urat nadi penghubung antarwilayah yang selama bertahun-tahun kondisinya dikeluhkan warga.

Tak sedikit masyarakat yang berharap, peninjauan kali ini tidak berhenti pada sesi foto dan laporan, tetapi berujung pada pembangunan konkret.

BACA JUGA :  Harga Gula di Lamtim Tembus Rp18 Ribu

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan, khususnya dengan menjadikan pembangunan Jembatan Way Bungur sebagai bagian dari agenda prioritas nasional.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia dan jajaran pemerintah pusat. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya pembangunan jembatan ini mendapat perhatian serius,” ujar Ela, Kamis (5/2/2026).

Menurut Ela, keberadaan Jembatan Way Bungur bukan sekadar struktur beton dan besi, melainkan penentu denyut kehidupan warga. Jembatan ini berperan penting dalam mendukung konektivitas, mobilitas masyarakat, serta kelancaran aktivitas ekonomi, terutama bagi warga pedesaan yang menggantungkan hidup pada akses transportasi yang aman dan memadai.

BACA JUGA :  Akan Deklarasi Lampung IKN, Tim Relawan Tantang Adu Konsep dengan Kalimantan

Dalam konteks pembangunan daerah, jembatan ini menjadi simbol klasik: kecil di peta, tetapi besar dampaknya di lapangan.

Ela menambahkan, perhatian pemerintah pusat tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat yang selama ini mendambakan infrastruktur layak, aman, dan manusiawi. Aspirasi yang, menurut warga, telah disuarakan berkali-kali sebelum akhirnya “didengar sampai pusat”.

“Yang membuat kami semakin terharu dan bangga, dukungan terhadap pembangunan jembatan ini juga datang langsung dari masyarakat. Ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah dan warga untuk memajukan Lampung Timur secara menyeluruh,” ungkapnya.

Ela menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berkomitmen untuk mengawal dan mendukung penuh program strategis pemerintah pusat, khususnya di sektor infrastruktur. Tujuannya jelas: pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar proyek seremonial.

BACA JUGA :  Remaja di Purbolinggo Aniaya Suami Sirih Ibu Hingga Luka

“Kunjungan Menteri PU ini menjadi bukti kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami optimistis pembangunan Jembatan Way Bungur akan membawa dampak positif yang besar bagi kemajuan Lampung Timur,” tegasnya.

Bagi warga, optimisme tersebut kini disertai satu harapan sederhana namun tegas: peninjauan ini benar-benar berujung pembangunan, bukan sekadar catatan lapangan yang kembali menunggu anggaran dan waktu.

Sebab, bagi masyarakat Kali Pasir, jembatan bukan soal janji melainkan soal keselamatan, akses ekonomi, dan kehadiran negara yang nyata, bukan hanya terlihat.