Scroll untuk baca artikel
TANGGAMUS

Kakek 74 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Gegerkan Warga Pekon Tekad

×

Kakek 74 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Gegerkan Warga Pekon Tekad

Sebarkan artikel ini
Foto: Seorang pria lanjut usia ditemukan tergeletak tak bernyawa di area kebun, Selasa (31/3/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB

TANGGAMUS – Suasana tenang di Pekon Tekad, Kecamatan Pulau Panggung, mendadak berubah mencekam. Seorang pria lanjut usia ditemukan tergeletak tak bernyawa di area kebun, Selasa (31/3/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Korban diketahui bernama Darsok (74), seorang petani setempat. Ia pertama kali ditemukan oleh menantunya sendiri, Sodikin (43), saat sedang membersihkan kebun di belakang rumah. Betapa terkejutnya saksi ketika mendapati korban sudah tidak bergerak di bawah pohon pisang.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Temuan tersebut sontak membuat warga sekitar geger. Sodikin segera memanggil warga lain dan tenaga kesehatan setempat untuk memastikan kondisi korban. Namun, harapan pupus korban dinyatakan telah meninggal dunia di lokasi.

Mendapat laporan warga, personel Polsek Pulau Panggung langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP). Aparat kepolisian bersama tenaga medis segera melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad korban.

BACA JUGA :  Unggahan FB Bikin Gaduh di Tanggamus, Diduga Pemilik Akun di Penjara?

Kapolsek Pulau Panggung, Iptu Suamin, mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tidak ada indikasi kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya,” ujarnya mewakili Kapolres Tanggamus.

Polisi juga telah memintai keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan kronologi kejadian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban ditemukan dalam kondisi sudah tergeletak tanpa tanda-tanda kehidupan.

BACA JUGA :  Warga Sukacai Digegerkan Penemuan Mayat Tergantung di Kebun Jagung

Meski demikian, pihak keluarga memilih menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan, terutama bagi warga lanjut usia yang masih beraktivitas di kebun seorang diri. ***