Namun kondisi bukan menjadi kondusif, melainkan sebaliknya para OTK bertambah menjadi puluhan ikut menganiaya Rahayu yang datang bersama Babhinsa setempat juga ikut terkena pukulan.
Begitu pun adik korban bernama Roni yang saat itu sedang tertidur mendengar suara gaduh terbangun. Baru membuka pintu Roni juga di serang menggunakan senjata tajam.
Pengeroyok yang berjumlah puluhan orang semakin tidak terkendali. Korban (Rudih) dan Rais yang coba menyelamatkan diri terus dikejar dan dianiaya menggunakan Sajam.
Korban (Rudih) Jatuh terkapar di halaman rumah seorang warga tak jauh dari rumah orangtuanya.
BACA JUGA: Pupuk Bersubsidi di Sekampung Udik Jadi Bancakan Pengecer
Sedangkan Rais yang terkena tusukan di perut sempat berjalan menuju rumah, namun karena banyak darah ia terkapar di Pinggir jalan depan rumah orangtua korban.
Rudih yang mengalami puluhan luka bacok dan tusukan pisau, satu luka tusukan tepat di bawah ketiak akhirnya tewas setelah di bawa ke klinik desa setempat.
Rais,juga dengan puluhan luka bacokan di punggung dan tangan,. 2 luka cukup fatal tepat di perut mengakibatkan korban kritis dibawa ke Rumah sakit AKA Medika.
Sedangkan Roni dan Rahayu luka memar akibat pukulan batu dan kayu di sekujur tubuh mereka.






