Scroll untuk baca artikel
Hukum & KriminalTANGGAMUS

Kepala Pecah 10 Jahitan! Ibu dan Balita Asal Bandar Lampung Dijambret di Depan Masjid

×

Kepala Pecah 10 Jahitan! Ibu dan Balita Asal Bandar Lampung Dijambret di Depan Masjid

Sebarkan artikel ini
Foto: Korban jambret TKP depan Masjid Pekon Way Gelang, Kota Agung Barat, Tanggamus, 31 Desember 2025, (kolase_fc/ala)

TANGGAMUS – Aksi kejahatan jalanan kembali mencoreng rasa aman masyarakat di Kabupaten Tanggamus. Kali ini, peristiwa penjambretan terjadi di siang bolong, tepat di depan Masjid Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 11.35 WIB.

Peristiwa memilukan itu pertama kali diungkap akun Facebook Alaminlabis, yang mengunggah peringatan keras bertajuk “WASPADA JAMBRET DI KOTA AGUNG”. Unggahan tersebut langsung menyedot perhatian publik dan memantik kemarahan warganet.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Korban diketahui seorang ibu muda asal Bandar Lampung, yang saat itu tengah mengendarai sepeda motor bersama anak balitanya, dengan niat menjemput sang anak yang sedang berlibur di rumah keluarga di Pekon Sudimoro, Kecamatan Semaka. Namun niat baik itu berubah menjadi petaka.

Menurut keterangan yang disampaikan, korban diduga sudah dibuntuti sejak dari arah Kota Agung. Setibanya di depan Masjid Pekon Way Gelang, dua pelaku beraksi. Salah satu pelaku yang dibonceng menarik tas korban yang diletakkan di pangkuannya.

BACA JUGA :  TKSK Sebut Beras BPNT Kualitas Jelik di Way Gelang Sudah Ditukar, KPM Akui Belum?

Korban berusaha mempertahankan tas tersebut, namun kalah tenaga. Tarikan kuat dari pelaku membuat korban terjungkal keras ke aspal, bersama anak balitanya.

Pelaku dikabarkan berjumlah dua orang, dengan ciri-ciri, pengemudi berbadan gemuk, berambut ikal dan yang dibonceng berbadan tinggi, kurus. Setelah melakukan aksinya, keduanya langsung melarikan diri ke arah Pekon Teba Bunuk.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka parah di bagian kepala hingga harus menjalani 10 jahitan, karena helm yang dikenakan pecah saat menghantam aspal. Tubuh korban juga dipenuhi luka memar.

Lebih memilukan, anak balita korban turut terjatuh, meski beruntung tubuh sang ibu menjadi benteng sehingga sang anak hanya mengalami lecet dan memar, terutama di bagian pipi kanan.

Foto anak balita dengan wajah memar yang diunggah di kolom komentar semakin mengguncang emosi publik.

“Anak kecil ini tidak tahu apa yang terjadi. Ia hanya menangis menahan sakit akibat luka lecet karena terjatuh dari kendaraan orang tuanya yang dijambret orang-orang jahat,” tulis akun Alaminlabis.

BACA JUGA :  Eks Direktur Umum TVRI Kepri Terseret Skandal Korupsi Rp 10 Miliar, Langsung Ditahan!

Korban kemudian dilarikan ke RS Batin Mangunang, sementara pihak keluarga langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Kota Agung.

Unggahan tersebut memicu banjir komentar warganet, mulai dari simpati, kecaman terhadap pelaku, hingga kritik tajam terhadap aparat penegak hukum.

Salah satu komentar yang menyita perhatian datang dari akun Hardi Hartawan, yang menulis dengan nada pedas.

“Lahhh polisi mana mau bereaksi kalau nggak ada uangnya. Tapi kalau razia cepat, karena mau dapat duit.”

Komentar itu bahkan diamini oleh pemilik akun Alaminlabis dengan balasan singkat namun menyentil:

“Huss, kok benar sekali ya mas,” disertai emoji tertawa.

Sementara akun Thomas Juliansyah menyoroti dampak lebih luas terhadap citra daerah.

“Gimana mau maju daerahnya kalau masih ada penjambretan. Jangankan pengunjung, orang pribumi Tanggamus saja masih was-was di jalan.”

Komentar tersebut kembali ditegaskan Alaminlabis sebagai pekerjaan rumah besar para pemimpin daerah jika Tanggamus ingin maju dan dipercaya publik.

BACA JUGA :  Dua Pekan Berlalu, Tiga Penujah Ativis di Jembat Batu Masih Belum Ditangkap

Desakan senada juga datang dari akun Kris Jon, yang meminta Polres Tanggamus segera menangkap pelaku karena kejahatan ini sudah sangat meresahkan.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi rasa aman masyarakat. Kejahatan terjadi di siang hari, di ruang publik, bahkan di depan rumah ibadah, sebuah fakta yang membuat publik bertanya, di mana patroli, di mana pencegahan, dan seberapa serius negara hadir?

Masyarakat kini menunggu langkah nyata, bukan sekadar janji. Penangkapan pelaku, peningkatan patroli, dan penindakan tegas terhadap kejahatan jalanan menjadi tuntutan mendesak, demi mencegah jatuhnya korban berikutnya.

Karena ketika seorang ibu dan balita bisa menjadi korban di siang bolong, maka yang sedang terancam bukan hanya individu, melainkan rasa aman seluruh warga Tanggamus.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Tanggamus belum memberikan keterangan resmi terkait insiden penjambretan di akhir tahun 2025 tersebut. ***