Berhentinya Bansos PKH yang biasa diterimanya sebenarnya pernah di rapatkan di Balai Desa Gunung Sugih Besar, dia menyebutkan saat itu rapat bersama Kepala Desa langsung. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan.
BACA JUGA : Hama Lalat Serang Pemukiman Warga di Desa Gunung Sugih Besar, DLH Lampung Timur Beri Tanggapan Begini!
“Sudah seminggu lebih, saya menghadap ke Balai Desa Gunung Sugih Besar, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan apapun dari pihak Desa terkait nasib saya. PKH ini sangat membantu meringankan beban keluarga saya,”pungkasnya berlinang air mata.
Sehari sebelumnya orang Tarinah kepada Wawai News mengakui prihatin dengan nasib anaknya harus berjuang sendiri. Sehingga tidak jarang ia pun kerap membantu seperti beras dan lainnya agar anak dan cucunya bisa sedikit lapang.
Sementara itu Cik Ali Ketua RT Dusun I Desa Gunung Sugih Besar, mengakui bahwa Tarinah warganya kondisi ekonominya sangat layak untuk mendapatkan bantuan sosial. Dia mengatakan Tarinah bisa dikategorikan sangat miskin, karena rumah saja yang di tempati sekarang tanahnya milik orang.***
Informasi Wawai News dari penelusuran bahwa nama Tarinah dinyatakan telah meninggal atas dasar laporan BPJS, setelah ditelusuri BPJS tersebut alamatnya berbeda adanya di kawasan Sekampung, bukan Sekampung Udik. Atas Nama Tarinah dan suaminya pegawai BUMN. Sementara Tarinah warga Desa Gunung Sugih Besar namanya Suaminya sama tapi statusnya sebagai petani atau buruh harian lepas.
Namun kepada Wawai News Tarinah tegas mengatakan bahwa dirinya tidak pernah BPJS atau KIS milikinya ia pinjamkan atau dipinjam oleh orang lain***











