WAWAINEWS – Sampai saat ini ada 36 bus Koantas Bima tergabung dalam sistem BRT Transjakarta. Penggabungan armada legendaris Koperasi Angkutan Lintas Bis Madya (Koantas Bima) telah dilakukan sejak seminggu lalu bergabung ke sistem BRT Transjakarta-Jak Lingko.
JakLingko dikembangkan sebagai satu konsep transportasi umum terintegrasi, dan sekarang sudah empat tahun terintegrasi. Dengan begitu jangkuannya lebih luas.
“Dulu ketika kita mulai transportasi umum baru menjangkau 42% wilayah Jakarta, sekarang sudah 82%. Dan dengan bergabungnya Koantas Bima Insya Allah akan lebih tinggi lagi,”ucap Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, Selasa (7/12/2021).
Anies mengatakan bahwa sebuah kota bisa disebut modern bila warganya secara rasional memilih transportasi umum massal dibandingkan pribadi.
Untuk menghadirkan transportasi umum yang bisa diandalkan, mobilitas penduduk difasilitasi oleh pemerintah.
Anies berharap dengan semakin banyak warga Jakarta dapat pergi dari mana saja, ke mana saja dengan menggunakan kendaraan umum, maka akan banyak manfaat dari perpindahan antarmoda tersebut, seperti menurunkan tingkat polusi udara di Jakarta, meningkatkan kualitas hidup, dan penghematan biaya transportasi.
Jumlah armada Koantas Bimas yang diintegrasikan ke dalam sistem BRT Tranjakarta sebanyak 36 unit bus. Pada hari peluncuran minggu lalu ada sebanyak 10 kendaraan pada layanan pengumpan Non-BRT rute 6N (Ragunan – Blok M via Kemang).
Dengan masuk dalam layanan JakLingko, bus Koantas Bima kini beroperasi tanpa harus kejar setoran.
“Teman-teman yang bekerja di Koantas Bima agar membiasakan tradisi baru ini. Pemerintah menjamin kepastian dan ketenangan Anda dalam bekerja, sehingga warga yang dilayani pun mendapatkan kepuasan,”jelasnya.