Scroll untuk baca artikel
Lintas Daerah

Komda KIPI Jabar Pastikan Dugaan KIPI Guru Sukabumi Tidak Terbukti

×

Komda KIPI Jabar Pastikan Dugaan KIPI Guru Sukabumi Tidak Terbukti

Sebarkan artikel ini

Sementara itu, terkait KIPI di Jabar, Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Marion Siagian mengatakan sejak vaksinasi digelar, terdapat 107 KIPI ringan dan 36 serius. KIPI ringan mayoritas ngantuk, merah di tempat penyuntikan dan juga lapar.

“Ke 36 KIPI serius itu sudah diaudit dan tidak ada yang hubungan langsung akibat vaksin Covid ini,”kata Marion dalam kesempatan yang sama,” ucapnya.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Marion berharap kasus SA merupakan kasus terakhir pada KIPI di Jabar. Tidak ada lagi kasus KIPI ringan maupun berat.

BACA JUGA :  Kelurahan Telaga Asih Donasikan Bantuan Korban Gempa Cianjur di Dua Titik

Sementara itu anggota Komda KIPI Jabar dr Rodman Tarigan menambahkan untuk KIPI serius itu kebanyakan pasien tidak sadarkan diri atau pingsan setelah menerima vaksin. Hal itu dikarenakan adanya kecemasan, ditambah melihat jarum suntik.

“Ada ketakutan sehingga muncul gejala sakit sampe pingsan. KIPI serius itu sampai dirawat dan itu ternyata tidak ada kaitannya dengan vaksinasi,”ucap dia.

Kusnandi menambahkan, kasus KIPI berat rasionnya 1 juta banding satu orang. Adapun reaksi alergi berat dan ringan angkanya berkisar 2,5-5 persen.

“Efek samping yang terjadi sangat sedikit memang ada yang gatal, merah di tempat penyuntikan itu bawah 2,5 persen,”ujar Kusnandi

BACA JUGA :  Tantang KDM Susur Sungai, Warga Desak Prabowo Normalisasi DAS Cileungsi-Cikeas

Menurut dia, KIPI itu bisa dikaitkan sama vaksin dan juga tidak bisa dikaitkan dengan vaksin. Contoh reaksi vaksin membuat panas badan, bengkak di tempat suntikan.

“Ada juga yang bukan reaksi vaksin, seperti salah suntik ketukar itu yang harus dicegah dan kita belum pernah ketemu KIPI seperti itu, kebanyakan reaksi individu yang terjadi. Biasanya 2,5-5 persen dari semua populasi itu KIPI ringan. Yang berat itu sangat jarang dari sejuta itu satu. Untuk keuntungan vaksinasi jauh lebih besar daripada reaksi itu jadi jangan takut divaksinasi karena ini mencegah dari penyakit,”ucap dia.

BACA JUGA :  Begini Kisah Aliran Hakekok Gauli Pengikutnya, Modus Perkawinan Gaib

Sementara itu, Plt Kadinkes Jabar Dewi Sartika mengatakan, untuk vaksinasi di Jabar yang dilaksanakan di Jabar dari 14 Januari hingga 2 Mei untuk dosis pertama tenaga kesehatan sudah mencapai 100 persen sedangkan dosis kedua baru mencapai 92 persen dari 180.000 nakes.

Tahap kedua dengan sasaran 4,4 juta lansia dan 2,195 juta pelayanan public, dari sasaran lansia masih rendah. Lansia baru 7,54 persen yang mendapatkan dosis pertama dan 4 persen yang sudah mendapatkan dosis kedua. Terakhir untuk sasaran pelayanan public sudah mencapai 58,2 persen dosis pertama dan 36,05 persen yang mendapatkan dosis kedua.