LAMPUNG TIMUR – Warga di sejumlah wilayah Provinsi Lampung dibuat geger oleh fenomena langit yang tak biasa pada Sabtu (4/4/2026) malam. Cahaya terang memanjang, berjumlah hingga belasan titik, meluncur cepat dengan ekor api menyala sekilas tampak seperti rudal atau meteor yang “pecah di udara”.
Peristiwa ini sontak memancing kepanikan sekaligus rasa penasaran warga yang menyaksikannya secara langsung.
Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat objek bercahaya melintas di langit dengan jejak api panjang, bahkan tampak terpecah menjadi beberapa bagian. Fenomena itu berlangsung beberapa detik sebelum akhirnya menghilang.
“Eh, apa itu? Meteor ya? Kok pecah-pecah gitu, panjang banget apinya,” ujar salah satu warga yang merekam kejadian tersebut.
Salah satu warga, Ketibin Kiw dari Sekampung Udik, Lampung Timur, mengaku melihat fenomena itu sekitar pukul 20.00 WIB saat sedang santai di depan rumah.
“Saya lagi nongkrong, tiba-tiba ada cahaya di langit kayak meteor. Tetangga langsung keluar semua,” ujarnya.
Dari sekadar tontonan spontan, fenomena ini langsung berubah jadi viral di media sosial. Video dan foto beredar cepat, lengkap dengan berbagai spekulasi mulai dari meteor jatuh, benda asing, hingga dugaan rudal.
Kalau dilihat sekilas, memang “niat banget” tampilannya terang, dramatis, dan berderet seperti konvoi di langit malam.
Namun penjelasan ilmiah datang dari Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL). Kepala OAIL, Annisa Novia Indra Putri, memastikan bahwa fenomena tersebut bukan meteor maupun komet.
“Berdasarkan analisis kami, itu bukan komet atau meteor. Kemungkinan besar adalah sampah antariksa berupa tubuh roket (rocket body), diduga berasal dari China,” jelasnya.
Menurut Annisa, ada beberapa ciri yang membedakan fenomena ini dari meteor:
- Gerakan relatif lebih lambat
- Terlihat pecah menjadi beberapa bagian
- Lintasan tidak sesuai pola hujan meteor yang periodik
“Kalau meteor biasanya cepat dan tidak terpecah seperti itu. Ini lebih menyerupai re-entry sampah antariksa,” tambahnya.
Terlihat di Beberapa Daerah
Fenomena ini tidak hanya terlihat di Lampung, tetapi juga dilaporkan oleh warga di wilayah sekitar seperti Bengkulu dan Palembang.
Meski demikian, pihak observatorium memastikan bahwa benda tersebut tidak akan jatuh di wilayah Lampung. Analisis lintasan masih terus dilakukan untuk memastikan lokasi jatuhnya sisa material.
Antara Panik dan Kagum
Fenomena ini menunjukkan satu hal: langit masih sering menyimpan kejutan dan kadang cukup untuk membuat warga mendadak jadi “ahli astronomi dadakan”.
Dari yang awalnya santai di depan rumah, mendadak berubah jadi momen investigasi langit.***













