LAMPUNG — Langit di atas Lampung sedang tidak baik-baik saja. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, sejumlah indikator cuaca global dan regional bersatu padu membentuk satu kesimpulan sederhana namun serius: hujan bukan sekadar tamu, tapi akan menginap cukup lama.
Indeks ENSO (El Niño–Southern Oscillation) di wilayah NINO 3.4 saat ini tercatat di angka -0,79, masih dalam kategori normal (±0,8), namun cukup untuk memberi pengaruh signifikan terhadap pola pertumbuhan awan konvektif di Indonesia. Dalam bahasa yang lebih membumi, kondisi ini membuat awan hujan tumbuh lebih mudah dan lebih gemuk dari biasanya.
Belum cukup sampai di situ, gelombang atmosfer Kelvin fenomena yang kerap menjadi “kurir hujan”—terpantau aktif melintasi sejumlah wilayah strategis, termasuk Lampung, Banten, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, hingga Maluku Utara. Gelombang ini berperan memperkuat proses pembentukan awan hujan, terutama pada siang hingga malam hari.
Konvergensi: Saat Angin Sepakat Mengumpulkan Awan
Pantauan daerah konvergensi angin menunjukkan kecenderungan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah yang sangat luas. Mulai dari Aceh hingga Papua, dari Sumatra sampai Maluku, semuanya masuk dalam daftar wilayah yang patut waspada.
Di Sumatra, hampir tak ada provinsi yang lolos dari potensi hujan. Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, hingga Lampung berada dalam zona basah atmosfer.
Di wilayah lain, Banten, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, hingga Papua Tengah juga menunjukkan sinyal yang sama: awan hujan aktif dan berpotensi berkembang cepat.
Dengan kelembapan udara yang tinggi di seluruh lapisan atmosfer, Lampung diprediksi menerima tambahan uap air dalam jumlah signifikan. Artinya, langit Lampung saat ini ibarat spons basah—tinggal ditekan sedikit, airnya langsung turun.
Prakiraan Cuaca: Hujan Bukan Sekadar Gerimis
Secara umum, dalam tiga hari ke depan, wilayah Lampung diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi pada siang, sore, hingga malam hari, waktu favorit awan konvektif menunjukkan kekuatannya.
Berikut wilayah dan waktu yang perlu mendapat perhatian khusus:
01 Februari 2026
Potensi hujan sedang–lebat masih meluas di wilayah yang sama:
- Lampung Selatan
- Kota Bandar Lampung
- Pesawaran
- Pringsewu
- Tanggamus
- Pesisir Barat
- Lampung Barat
- Way Kanan
- Lampung Utara
- Lampung Tengah
- Kota Metro
- Lampung Timur
- Tulang Bawang
- Tulang Bawang Barat
- Mesuji
02 Februari 2026
Wilayah berpotensi hujan sedang–lebat:
- Lampung Selatan
- Kota Bandar Lampung
- Pesawaran
- Tanggamus
- Pesisir Barat
- Lampung Barat
- Way Kanan
- Lampung Utara
- Lampung Tengah
- Kota Metro
- Lampung Timur
- Tulang Bawang
- Tulang Bawang Barat
- Mesuji
Waspada Tanpa Panik, Siaga Tanpa Drama
Cuaca bukan musuh, tetapi ketidaksiapan adalah masalah. Masyarakat diimbau untuk:
- Waspada genangan dan banjir di wilayah rawan
- Menghindari aktivitas luar ruang saat hujan lebat dan petir
- Memastikan saluran air tidak tersumbat
- Memantau informasi cuaca resmi secara berkala
Sebab ketika atmosfer sudah bekerja lembur, yang paling bijak dilakukan manusia adalah bersiap, bukan menantang.
Langit Lampung sedang sibuk.
Dan hujan, tampaknya, belum berniat pamit.***











