Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Langsung Tidur Usai Sahur? Waspada GERD Mengintai, Ini Penjelasan dr Aru Ariadno

×

Langsung Tidur Usai Sahur? Waspada GERD Mengintai, Ini Penjelasan dr Aru Ariadno

Sebarkan artikel ini
Sahur
ilustrasi sahur

WawaiNEWS.ID – Sahur memang jadi “bahan bakar” utama sebelum menjalani puasa seharian. Namun, kebiasaan banyak orang yang langsung rebahan bahkan tertidur setelah makan sahur ternyata bukan tanpa risiko.

Spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi, Aru Ariadno, SpPD-KGEH, mengingatkan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan dengan optimal. Jika seseorang langsung berbaring setelah makan, risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan akan meningkat.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kondisi ini dapat memicu gangguan seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit asam lambung.

Kenapa Tidak Boleh Langsung Tidur Setelah Sahur?

Secara medis, saat kita makan, lambung akan memproduksi asam untuk membantu proses pencernaan. Posisi tubuh sangat berpengaruh dalam proses ini.

BACA JUGA :  Viral Dulu, Ditutup Kemudian: 15 Kafe Pasar Bintara Akhirnya Tumbang Usai THM Ramadan Jadi Sorotan

Ketika seseorang langsung tidur dalam posisi berbaring:

  • Gravitasi tidak lagi membantu menahan isi lambung tetap di bawah.
  • Katup antara lambung dan kerongkongan bisa lebih mudah “bocor”.
  • Asam lambung berisiko naik ke esofagus.

Gejalanya bisa berupa:

  • Rasa panas di dada (heartburn)
  • Mual
  • Tenggorokan terasa asam atau pahit
  • Batuk kering saat bangun tidur

“Diusahakan setelah sahur jangan langsung tidur,” jelas dr Aru. Ia menyarankan memberi jeda setidaknya dua jam sebelum kembali beristirahat.

BACA JUGA :  Vaksinasi Anak Akan Digelar Bertahap, Belasan Provinsi Penuhi Kriteria

Dua Jam yang Menentukan

Alih-alih langsung masuk kamar, dr Aru menyarankan aktivitas ringan setelah sahur, seperti:

  • Berjalan kaki ringan
  • Salat Subuh di masjid
  • Membaca Al-Qur’an
  • Duduk santai tanpa berbaring

Aktivitas ringan membantu proses pengosongan lambung sekaligus mencegah tekanan berlebih pada organ pencernaan.

“Setelah dua jam, mungkin sekitar jam 7 pagi, kalau mau tidur mungkin sudah boleh,” tambahnya.

Bukan Soal Ngantuk, Tapi Soal Lambung

Rasa kantuk setelah sahur memang wajar karena waktu tidur berkurang. Namun, memaksakan diri langsung tidur bisa menjadi “investasi” gangguan lambung jangka panjang.

Apalagi bagi mereka yang:

BACA JUGA :  Dinkes Pringsewu Akan Gelar PIN Polio, Ini Jadwal dan Sasarannya
  • Punya riwayat maag
  • Mengalami obesitas
  • Sering konsumsi makanan pedas dan berlemak saat sahur

Risikonya bisa lebih besar.

Sahur Sehat, Puasa Lancar

Mengatur pola makan dan pola tidur selama Ramadan bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga kesehatan jangka panjang. Sahur yang sehat, porsi cukup, tidak berlebihan, dan diikuti jeda sebelum tidur dapat membantu menjaga stabilitas energi sekaligus mencegah gangguan pencernaan.

Karena puasa seharusnya membuat tubuh lebih teratur, bukan justru memicu masalah lambung.

Jadi, setelah sahur nanti, tahan dulu godaan bantal. Lambung Anda butuh waktu bekerja bukan langsung ditinggal tidur.***