Scroll untuk baca artikel
Head LineZona Bekasi

Ledakan SPBE Cimuning Mengguncang Bekasi: Api Membumbung, Warga Panik Berlarian

×

Ledakan SPBE Cimuning Mengguncang Bekasi: Api Membumbung, Warga Panik Berlarian

Sebarkan artikel ini
Kebakaran hebat disertai ledakan terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Rabu (1/4/2026) malam - foto CEPI

KOTA BEKASI — Kebakaran hebat disertai ledakan mengguncang Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Hal itu membuat Malam di Cimuning berubah mencekam.

Kobaran api membumbung tinggi dari area fasilitas pengisian gas, disusul dentuman keras yang terdengar hingga ke permukiman warga. Dalam hitungan menit, suasana berubah dari rutinitas malam menjadi kepanikan massal.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Warga berhamburan keluar rumah sebagian berlari, sebagian lagi langsung menyalakan sepeda motor, menjauh dari titik ledakan yang berpotensi memicu bahaya susulan.

Menurut kesaksian warga, sebelum ledakan besar terjadi, bau gas menyengat sudah tercium cukup lama di lingkungan sekitar.

BACA JUGA :  Wawalkot Bekasi Minta Plafon Pasar Wismajaya Diperbaiki

Salah satu korban terdampak, Nanang, mengaku mencium aroma gas sekitar setengah jam sebelum insiden.

“Ada bau gas merambat dulu, baru ledakan dahsyat,” ujarnya.

Namun seperti sering terjadi, tanda bahaya yang tercium tidak selalu langsung terbaca sebagai ancaman besar hingga akhirnya ledakan menjadi “alarm” yang terlambat.

Kebakaran tidak hanya melalap area SPBE, tetapi juga merambat ke permukiman dan area usaha warga.

Beberapa rumah dilaporkan terdampak panas dan percikan api. Sementara itu, kios milik warga mengalami kerusakan cukup parah.

Nanang mengaku mengalami kerugian hingga Rp500 juta, termasuk tabungan pribadi yang tersimpan di dalam kios.

“Yang penting tadi selamatkan keluarga dulu. Mobil, anak-anak, itu prioritas,” katanya.

Pernyataan itu sederhana, tapi menggambarkan realita paling mendasar dalam situasi darurat: harta bisa dicari, nyawa tidak.

BACA JUGA :  Cemarkan Nama Baik Perusahaan, Pimred Media Online di Barito Utara Dilaporkan ke Polisi

Damkar Kerahkan 9 Unit, Fokus Cegah Ledakan Susulan

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi langsung bergerak cepat. Sebanyak sembilan unit pemadam dikerahkan ke lokasi, dibantu tambahan pompa air untuk menjinakkan api.

Menurut petugas command center, Sari, proses pemadaman masih berlangsung saat laporan awal diterima, dengan fokus utama mencegah api meluas dan menghindari potensi ledakan lanjutan.

Petugas juga melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi.

“Selain titik api di SPBE, beberapa unit juga menyisir permukiman warga yang terdampak,” ujar petugas Damkar, Hery.

Langkah ini krusial, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan padat penduduk di mana satu percikan bisa menjadi bencana yang lebih besar.

BACA JUGA :  Rumah Warga Terbakar di Lampung Barat, Damkar Datang Disambut Api Emosi Warga

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api besar disertai asap hitam pekat. Suara ledakan terdengar jelas, diikuti teriakan warga yang panik.

Visual tersebut memperkuat satu hal: skala kejadian bukan kebakaran biasa.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran dan ledakan masih dalam penyelidikan. Belum ada keterangan resmi terkait sumber api maupun potensi kelalaian.

Namun satu hal sudah pasti, insiden di fasilitas energi seperti SPBE selalu membawa risiko berlipat bukan hanya api, tetapi juga tekanan gas dan potensi ledakan berantai.

Respons cepat petugas patut diapresiasi. Namun di balik itu, evaluasi tetap menjadi keharusan terutama terkait sistem keamanan, deteksi dini, dan mitigasi risiko di fasilitas penyimpanan energi.***