PESISIR BARAT – Pesona ganda Pantai Mandiri Sejati yang kerap dipromosikan sebagai lokasi menikmati sunrise dan sunset sekaligus, kembali menyisakan ironi. Di tengah padatnya kunjungan wisata libur Tahun Baru, satu nyawa melayang terseret ganasnya arus Samudera Hindia.
Setelah tiga hari pencarian intensif, wisatawan bernama Rizal Wahyudi (29), warga Desa Kali Balangan, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban ditemukan sekitar 15 mil laut dari titik awal kejadian, Senin (5/1/2026) pukul 09.15 WIB.
Rizal dilaporkan hilang sejak Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, setelah terseret arus saat beraktivitas di perairan Pantai Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat.
Komandan Tim (Dantim) Rescuer Pos SAR Tanggamus, Tri Wardoyo, menjelaskan bahwa pencarian dimulai sejak pagi hari dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).
“SRU pertama melakukan penyisiran laut menggunakan perahu karet, sementara SRU kedua menyisir daratan di sepanjang bibir pantai,” kata Tri Wardoyo di lokasi kejadian.
Upaya tersebut membuahkan hasil setelah Tim SAR Gabungan menemukan jenazah korban di titik koordinat 5°28’11” Lintang Selatan dan 103°56’52” Bujur Timur.
“Korban ditemukan sekitar 15 mil laut dari lokasi awal kejadian, sesuai dengan rencana operasi SAR,” ujarnya.
Usai penemuan korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Basarnas turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban, seraya kembali mengingatkan masyarakat bahwa keindahan laut selatan kerap menyimpan bahaya yang tak selalu kasatmata.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Perhatikan kondisi cuaca, karakter arus laut, dan hindari berenang terlalu jauh dari bibir pantai,” tegas Tri.
Pantai Indah, Risiko Berulang
Tragedi ini bukan peristiwa tunggal. Pada tahun 2024, di perairan yang sama, setidaknya dua orang dilaporkan meninggal dunia, salah satunya seorang pelajar yang tenggelam saat berenang di kawasan Pantai Mandiri Sejati.
Ironi semakin terasa ketika sehari sebelum penemuan jenazah Rizal, Jumat (2/1/2026), dua pelajar SMP, Zilfana Putri (14) dan Ayu Wandira (14), juga terseret ombak saat berenang di Pantai Cukuh Baru, Kecamatan Kota Agung Pusat.
Ayu berhasil diselamatkan warga dalam kondisi sadar. Sementara Zilfana sempat dinyatakan tidak terdeteksi denyut napas. Berkat pertolongan cepat warga dengan membalikkan tubuh korban dan merangsang bagian dada, air laut yang menghambat pernapasan berhasil dikeluarkan, sehingga nyawa korban dapat diselamatkan.
Rentetan peristiwa ini kembali menegaskan satu hal: promosi wisata kerap lebih lantang dibanding peringatan keselamatan. Di balik panorama eksotis pantai selatan, arus kuat Samudera Hindia terus menunggu kelengahan manusia.
Basarnas pun kembali mengimbau agar pemerintah daerah, pengelola wisata, dan masyarakat tidak sekadar mengandalkan keindahan alam, tetapi juga memperkuat edukasi, rambu peringatan, dan pengawasan keselamatan di kawasan wisata pantai.
Karena di laut selatan, keindahan dan bahaya sering berjalan beriringan. ***












