BANDUNG — Birokrasi biasanya identik dengan rapat, berkas, dan tanda tangan. Tapi kali ini, panggungnya pindah ke lapangan hijau. Gubernur Dedi Mulyadi resmi membuka Liga Sabrengna Piala Gubernur Jawa Barat 2026 di Lapangan Arcamanik, Senin (30/3/2026).
Kompetisi sepak bola antarperangkat daerah ini bukan sekadar adu skill mengolah bola, tapi juga upaya mempererat “chemistry” antarpegawai pemerintah yang biasanya lebih sering adu argumen daripada adu gol.
Sepak Bola Ala Birokrasi: Bahagia Boleh, Serius Wajib
Dalam sambutannya, KDM sapaan akrab Dedi Mulyadi memberi pesan sederhana tapi mengena:
“Main dengan kebahagiaan, tapi tetap serius dan sungguh-sungguh.”
Kalimat yang jika ditarik ke dunia kerja: boleh santai, tapi target jangan ikut santai.
Suasana pembukaan pun cair. KDM bahkan sempat melontarkan candaan ingin turun langsung sebagai penjaga gawang posisi yang, kalau dianalogikan, cukup akrab dengan tugas pemerintah: menahan “serangan” dari berbagai arah.
Puluhan Tim Turun, Semangat Naik
Antusiasme peserta terlihat dari puluhan tim yang ikut ambil bagian. Sorak semangat menggema saat KDM melempar pertanyaan klasik tapi selalu ampuh:
“Siap jadi juara?”
Jawaban kompak: siap. Realitanya: tetap hanya satu yang angkat piala sisanya angkat pengalaman.
Liga Sabrengna bukan sekadar olahraga sore. Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin menjadikannya agenda rutin untuk membangun:
- Kekompakan antarperangkat daerah
- Kolaborasi lintas instansi
- Semangat kerja yang lebih cair tapi tetap produktif
Karena kadang, komunikasi terbaik bukan terjadi di ruang rapat tapi saat berebut bola di lapangan.
Di tengah euforia, KDM juga menyoroti kondisi fasilitas olahraga, khususnya Stadion Arcamanik yang dinilai perlu penataan ulang.
Ia meminta Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat untuk segera bergerak mencari konsep baru agar stadion lebih fungsional.
“Saya ingin fasilitas olahraga ini istimewa. Tidak harus mewah, tapi bisa digunakan dengan baik,” tegasnya.
Sindiran halus tapi jelas: fasilitas publik jangan sampai hanya bagus di foto, tapi kurang optimal di fungsi.
Pembukaan Liga Sabrengna langsung diwarnai laga seru antara:
- Barkhadin Barudak Haji Udin FC (tim binaan gubernur)
- Tim Setda Jabar yang dipimpin Sekda Herman Suryatman
Pertandingan ini bukan sekadar uji strategi, tapi juga gengsi—antara “tim gubernur” dan “tim birokrasi inti.
Liga ini menghadirkan pemandangan unik: ASN berlari mengejar bola, bukan deadline.
Namun pesan besarnya tetap sama baik di lapangan maupun di kantor:
- Kerja butuh strategi
- Kolaborasi menentukan hasil
- Dan yang paling penting, tetap sportif.***







