Scroll untuk baca artikel
Lingkungan Hidup

Longsor Wargaluyu: Ketika Lereng Gunung Lebih Sigap Bergerak daripada Aparat Pencegahan

×

Longsor Wargaluyu: Ketika Lereng Gunung Lebih Sigap Bergerak daripada Aparat Pencegahan

Sebarkan artikel ini
Tanah longsor kembali menghantam pemukiman warga, kali ini di Kampung Condong, RT 06–07 RW 09, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari. Jumat (5/12)

BANDUNG – Tanah longsor kembali menghantam pemukiman warga, kali ini di Kampung Condong, RT 06–07 RW 09, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari. Jumat (5/12), lereng Gunung Sinapeul setinggi sekitar 80 meter melorot tanpa kompromi dan menimpa rumah-rumah yang berdiri di bawahnya.

Lima kepala keluarga terdampak, dan seperti biasa, warga paling dulu merasakan kedahsyatan alam sebelum kesiapan mitigasi muncul di panggung.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kapolsek Pameungpeuk, AKP Asep Dedi, mengatakan longsor dipicu curah hujan tinggi sejak siang hingga sore hari. Pernyataan yang jujur dan faktual, meski publik tentu sudah hafal bahwa “curah hujan” adalah kambing hitam langganan setiap kali benteng mitigasi bencana menunjukkan kelemahannya.

BACA JUGA :  Berbagai Pihak Gotong-royong Bersihkan Sampah di Sodetan Oxbow Cicukang

Dalam insiden ini, tiga warga masih tertimbun material longsor:

Aisyah (70)

Citra (19)

Alfa (15)

Satu lainnya, Ramdan (15), berhasil diselamatkan meski mengalami luka di kepala, dan segera dirujuk ke RS Nambo untuk mendapatkan perawatan.

Upaya evakuasi pada malam hari terhambat total: gelap, hujan belum berhenti, dan tanah masih bergerak sebuah kombinasi yang bahkan petugas berpengalaman pun tidak bisa tantang.

BACA JUGA :  Puluhan Hektar Sawah di Desa Toba Terlihat Jadi Danau, Petani Gagal Panen

Aparat dan relawan gabungan memilih memprioritaskan keselamatan warga sekitar sambil menunggu kondisi lapangan yang tidak lagi “bernafas” setiap menit.

“Kami mengevakuasi sekitar 100 KK dari area rawan longsor karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” ujar Asep. Sebuah keputusan tepat, meski terasa seperti memindahkan warga dari satu ketidakpastian ke ketidakpastian lain yang sedikit lebih aman.

Evakuasi korban yang masih tertimbun dijadwalkan dilanjutkan Sabtu (6/12) pukul 07.00 WIB tentu dengan syarat cuaca tidak lagi menumpahkan ‘amarah’ dan kontur tanah berhenti berubah pikiran.

BACA JUGA :  36 Korban Longsor Sumedang Sudah Ditemukan

Petugas gabungan dari Polresta Bandung, Koramil, BPBD, kecamatan, perangkat desa, hingga masyarakat sekitar sudah berada di lokasi. Kawasan kini dalam status siaga penuh.

Himbauan kewaspadaan kembali disampaikan kepada warga, sebuah ritual yang selalu terdengar pascabencana, meski jarang menjadi tindakan pencegah bencana.

Di Wargaluyu, alam kembali menunjukkan bahwa ia punya jadwal sendiri sementara manusia hanya berusaha menyusulnya sambil berharap tidak ada babak tambahan sebelum semuanya selesai.***