Scroll untuk baca artikel
Opini

Lula Da Silva, Pelajaran Buat Anies Baswedan

×

Lula Da Silva, Pelajaran Buat Anies Baswedan

Sebarkan artikel ini
Anies Baswedan
Anies Baswedan

Relevansinya Bagi Indonesia

Brazil adalah negara terbesar di Amerika Latin, dengan 200 juta penduduk. GDP mereka $1, 9 T di atas Indonesia yang $ 1,29 T, tahun 2022. Pendapatan yang besar ini membuat Brazil masuk dalam kelompok BRICS (Brazil, Rusia, India, China dan South Africa) dan G-20.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Indonesia dan Brazil seringkali dianggap mewakili negara berkembang dengan ekonomi yang besar.

BACA JUGA :  Panca Sila, hidup atau Mati?

Namun, pengelolaan ekonomi yang bergantung utang dan berbagai indikator ekonomi yang buruk selama ini, membuat Brazil dan Indonesia masuk dalam kelompok “fragile five”, setidaknya jika tidak oleh Morgan Stanley, seperti diawal pengkatagorian, maka oleh lembaga rating lainnya (lihat: What are the Fragile Five, thebalancemoney.com).

BACA JUGA: Mau Tahu Tabiat Asli Jokowi?, Lihat dan Kenali Polisi

BACA JUGA :  Tahun 2025: Menyongsong Harapan

Secara struktur perekonomian, Brazil dan Indonesia mengalami ketimpangan yang sama, segelintir orang menguasai porsi perekonomian yang besar.

Lula, sebagaimana juga Anies, menjadi oposisi terhadap kaum kapitalis oligark. Massa pendukungnya pun mengharapkan demikian.

Kemiskinan yang dialami mayoritas penduduknya, dengan identitas politik “working class” di Brazil dan Islam di Indonesia, terus bertarung untuk merubah struktur sosial yang bersifat historis (melawan penjajah) dan jangka panjang.

BACA JUGA :  Pagar Laut Mencuat, Kasus-Kasus Besar Tiarap

Pertumbuhan ekonomi dan demokrasi yang diharapkan untuk menaungi semua rakyat seringkali dibajak oleh pemilik modal untuk terus menerus memperkaya diri, dengan penguasaan sektor ekstraktif dan perusakan lingkungan (hutan).