Scroll untuk baca artikel
Info Wawai

Malam 27 Rajab: Ketika Isra Mi’raj Bertemu Malam Jumat, Momentum Agung Penuh Keberkahan

×

Malam 27 Rajab: Ketika Isra Mi’raj Bertemu Malam Jumat, Momentum Agung Penuh Keberkahan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi
Ilustrasi

WawaiNEWS.id – Malam ini bukan malam biasa. Kamis malam, bakda Magrib, 27 Rajab 1447 Hijriah, umat Islam memperingati peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Tahun ini, momentum tersebut menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan malam Jumat, malam yang dalam tradisi Islam dikenal sebagai sayyidul ayyam penghulu segala waktu.

Jika satu malam saja sudah dipenuhi rahmat, maka ketika dua kemuliaan besar ini bertemu, para ulama menyebutnya sebagai malam yang sangat agung, istimewa, dan sarat keberkahan. Sebuah pertemuan langit dan waktu, yang sayangnya kerap berlalu begitu saja tersapu rutinitas, layar gawai, dan kantuk yang lebih diprioritaskan daripada ibadah.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Malam Perjalanan Langit dan Pesan Kehidupan

Pada malam 27 Rajab inilah Rasulullah diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu dinaikkan menembus lapisan langit hingga Sidratul Muntaha. Dari peristiwa itulah, umat Islam menerima perintah salat lima waktu ibadah paling fundamental dalam Islam.

BACA JUGA :  Harta Kekayaan Sekda Tanggamus Hamid Heriansyah Lubis sejak 2019-2023 Versi LHKPN, Terakhir Bertambah Jadi Rp3,174 Miliar

Isra Mi’raj bukan sekadar kisah perjalanan spiritual, melainkan pesan tegas dari langit: bahwa salat adalah tiang kehidupan, doa adalah senjata orang beriman, dzikir adalah penenang hati, dan taubat adalah pintu penghapusan dosa.

Karena itu, menghidupkan malam 27 Rajab dengan amal ibadah bukanlah ritual seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap peristiwa besar dan upaya menjemput keberkahan Allah.

Empat Amalan Inti yang Jangan Diabaikan

Tanpa harus memberatkan diri, para ulama menganjurkan empat amalan inti yang dapat dihidupkan pada malam Isra Mi’raj sederhana, namun bernilai besar.

Pertama, salat.
Malam diwajibkannya salat sudah semestinya diisi dengan menjaga salat Magrib dan Isya tepat waktu. Dianjurkan pula memperbanyak salat sunnah, terutama salat hajat dan salat taubat. Malam 27 Rajab dikenal sebagai malam pengangkatan hajat saat yang tepat menyampaikan doa dan harapan kepada Allah.

BACA JUGA :  Inilah Tiga Manfaat Konsumsi Nanas, Salah Satunya Bisa Turunkan Berat Badan?

Kedua, doa.
Jika Rasulullah diangkat ke langit, maka umatnya mengangkat doa ke hadirat Allah. Mintalah ampunan dosa, ketenangan hati, keluasan rezeki, jalan keluar dari persoalan hidup, serta keselamatan dunia dan akhirat. Terlebih karena malam ini bertepatan dengan malam Jumat, waktu mustajab doa pun berlipat ganda.

Ketiga, sholawat.
Isra Mi’raj adalah puncak kemuliaan Rasulullah. Maka memperbanyak sholawat menjadi amalan yang paling pantas. Minimal membaca sholawat 100 kali atau lebih sebagai pembuka pintu doa, penarik rahmat Allah, dan sebab kedekatan dengan Rasulullah di akhirat kelak.

Keempat, istighfar dan taubat.
Rajab dikenal sebagai bulan istighfar. Memperbanyak istighfar di malam ini adalah pengakuan jujur atas dosa, penyesalan, dan tekad untuk berubah. Doa ampunan juga dianjurkan untuk kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun telah wafat.

BACA JUGA :  Dunia Kian Tua, Wanita Ini Nikahi Sapi, Alasan bikin Tepuk Jidat

Jangan Biarkan Malam Agung Berlalu Kosong

Bisa jadi, malam 27 Rajab ini menjadi malam penghapusan dosa bertahun-tahun. Malam dikabulkannya doa-doa yang lama tertunda. Malam dilembutkannya hati yang mengeras oleh urusan dunia. Bahkan, malam titik balik kehidupan insya Allah.

Di tengah hiruk pikuk zaman, Isra Mi’raj kerap diperingati dengan spanduk dan seremoni, namun sepi dari perenungan. Padahal, maknanya justru menuntut keheningan, sujud, dan doa.

Maka jangan biarkan malam Isra Mi’raj berlalu tanpa salat, tanpa doa, tanpa sholawat, dan tanpa istighfar. Karena malam ini bukan sekadar peringatan ia adalah undangan langit bagi hamba yang ingin pulang dengan hati yang lebih bersih.