Jika awal Ramadan jatuh pada Kamis, sebagian ulama memprediksi Lailatul Qadar hadir pada malam ke-25. Namun para ulama mengingatkan, malam penuh kemuliaan itu tetap menjadi rahasia Allah.
WAWAI NEWS — Ramadan 1447 Hijriah kini memasuki sepuluh malam terakhir, fase yang diyakini sebagai waktu paling dinanti umat Muslim di seluruh dunia. Selain persiapan menyambut Idulfitri, sebagian umat juga memilih memperbanyak ibadah, bahkan melakukan i’tikaf di masjid demi mencari malam istimewa, Lailatul Qadar.
Dalam tradisi keilmuan Islam, sejumlah ulama mencoba memberikan panduan untuk memperkirakan kemungkinan datangnya malam yang disebut “lebih baik dari seribu bulan” itu. Salah satu panduan populer datang dari ulama besar abad ke-11, Imam Al-Ghazali.
Menurut kaidah yang dinisbatkan kepada Al-Ghazali, kemungkinan datangnya Lailatul Qadar dapat diperkirakan berdasarkan hari pertama Ramadan.
Penjelasan mengenai kaidah ini kembali diangkat oleh Ustadz Yusuf Suharto dengan merujuk pada kitab I’anatut Thalibin, sebagaimana dikutip dalam artikel yang dimuat NU Online.
Kaidah Imam Al-Ghazali Menandai Lailatul Qadar
Menurut penjelasan tersebut, kemungkinan datangnya Lailatul Qadar mengikuti pola tertentu berdasarkan hari awal Ramadan:
- Jika awal Ramadan Ahad atau Rabu, Lailatul Qadar diperkirakan malam ke-29
- Jika awal Ramadan Senin, diperkirakan malam ke-21
- Jika awal Ramadan Selasa atau Jumat, diperkirakan malam ke-27
- Jika awal Ramadan Kamis, diperkirakan malam ke-25
- Jika awal Ramadan Sabtu, diperkirakan malam ke-23
Panduan ini juga diikuti oleh sufi besar Abul Hasan Asy-Syadzili, yang bahkan pernah menyatakan pengalaman spiritualnya selalu sesuai dengan pola tersebut.
“Sejak saya dewasa, Lailatul Qadar tidak pernah meleset dari kaidah tersebut,” demikian dikisahkan dalam sejumlah literatur tasawuf.
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia serta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menetapkan awal Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Bila mengikuti kaidah Imam Al-Ghazali, maka kemungkinan Lailatul Qadar tahun ini jatuh pada malam ke-25 Ramadan, yakni Sabtu malam Ahad, 14 Maret 2026.
Namun para ulama mengingatkan bahwa prediksi tersebut bukan kepastian mutlak. Lailatul Qadar tetap merupakan rahasia ilahi yang waktunya tidak dapat dipastikan secara pasti.
Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak terpaku pada satu tanggal tertentu.
Dalam banyak hadis, Nabi Muhammad SAW justru menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Artinya, peluangnya bisa saja terjadi pada malam ke-21, 23, 25, 27, atau bahkan 29.
Logikanya sederhana namun mendalam: jika manusia mengetahui secara pasti kapan Lailatul Qadar datang, mungkin banyak yang baru rajin beribadah pada satu malam itu saja.
Karena itulah malam tersebut “disembunyikan”, agar umat terus berusaha mencarinya bukan hanya sekali, tetapi sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dan di situlah mungkin letak hikmahnya: bukan sekadar menemukan Lailatul Qadar, tetapi menemukan kembali kesungguhan beribadah yang sering hilang di sebelas bulan lainnya.***







