Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Malam Refleksi Akhir Tahun, Pemkot Bekasi Pilih Dzikir Ketimbang Kembang Api

×

Malam Refleksi Akhir Tahun, Pemkot Bekasi Pilih Dzikir Ketimbang Kembang Api

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kota Bekasi menggelar doa dan zikir bersama (31/12/2025), - foto Hendra

KOTA BEKASI – Di tengah hiruk-pikuk euforia pergantian tahun yang lazim diwarnai pesta dan dentuman kembang api, Pemerintah Kota Bekasi mengambil jalan berbeda. Rabu malam (31/12/2025),

Lapangan Kantor Wali Kota Bekasi menjadi ruang hening bagi ribuan jamaah yang larut dalam Dzikir dan Doa Bersama bertajuk “Malam Refleksi dan Doa Bersama untuk Negeri”.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 21.00 WIB hingga menjelang detik-detik pergantian tahun itu bukan sekadar agenda seremonial penutup 2025.

Ia hadir sebagai penanda sikap: bahwa menutup tahun tak selalu harus dirayakan dengan gegap gempita, melainkan juga bisa dengan menundukkan kepala, menata batin, dan mengingat sesama.

BACA JUGA :  Aksi Kamisan Jilid 2 ‘Bedol Desa’ Pejabat, Bongkar WC Sultan hingga Drainase Siluman

Wali Kota Bekasi bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampak hadir dan membaur bersama masyarakat dari berbagai penjuru kota.

Tanpa sekat formal, dzikir dan doa mengalir sebagai muhasabah kolektif mengenang perjalanan setahun ke belakang, sekaligus menitipkan harapan untuk masa depan Kota Bekasi di tahun yang baru.

Momentum refleksi ini terasa semakin bermakna karena dibingkai empati. Dzikir dan doa bersama juga diniatkan untuk saudara-saudara di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh yang tengah dilanda musibah banjir.

BACA JUGA :  Wakil Ketua Komisi III Kibarkan Rapor Merah Serapan Anggaran Pemkot Bekasi 2025

Sebuah pengingat bahwa di saat sebagian orang bersiap merayakan pergantian kalender, sebagian lain justru tengah berjibaku dengan bencana.

Sikap itu sebelumnya ditegaskan melalui surat edaran Wali Kota Bekasi yang mengimbau masyarakat agar tidak menggelar pesta kembang api pada malam tahun baru.

Imbauan tersebut bukan larangan kosong, melainkan pesan moral tentang kepedulian sosial. Alih-alih cahaya sesaat di langit, Pemkot Bekasi memilih menyalakan empati dan langkah itu mendapat respons positif dari warga yang hadir.

Hujan yang sempat turun di tengah kegiatan tak menyurutkan kekhusyukan jamaah. Acara sempat tertunda, namun kembali dilanjutkan hingga selesai.

BACA JUGA :  Pemudik di Arus Balik Bersiap di Rapid Saat Melintasi Bekasi

Para peserta bertahan dengan tertib, seolah hujan menjadi bagian dari refleksi itu sendiri: bahwa doa dan kebersamaan tak selalu lahir dalam kondisi sempurna.

Hingga menjelang pergantian tahun, rangkaian dzikir dan doa bersama berlangsung aman dan kondusif. Tak ada hitung mundur dengan sorak-sorai, tak pula letupan kembang api. Yang ada hanyalah lantunan doa, refleksi diri, dan solidaritas kemanusiaan.

Di ujung 2025, Pemerintah Kota Bekasi dan warganya menutup tahun dengan pesan yang sederhana namun tegas: bahwa makna pergantian tahun bukan sekadar perayaan, melainkan kesadaran tentang diri, tentang kota, dan tentang negeri.***