Scroll untuk baca artikel
Lampung

Masjid Raya Lampung Al Bakrie Resmi Diresmikan: Simbol Baru Peradaban Islam di Jantung Kota

×

Masjid Raya Lampung Al Bakrie Resmi Diresmikan: Simbol Baru Peradaban Islam di Jantung Kota

Sebarkan artikel ini
Provinsi Lampung menorehkan sejarah baru dengan peresmian Masjid Raya Lampung Al Bakrie di Jalan Jenderal Sudirman No. 59. Masjid termegah dengan kapasitas 12.000 jemaah ini menjadi ikon baru sekaligus pusat peradaban Islam di Lampung.

BANDARLAMPUNG – Provinsi Lampung resmi menorehkan sejarah baru. Lapangan Saburai Enggal, kawasan yang dulu identik dengan ruang publik “serba bisa” (dari konser dangdut sampai aksi demo), kini disulap menjadi Masjid Raya Lampung Al Bakrie, masjid termegah yang berdiri gagah di jantung kota, Jalan Jenderal Sudirman No. 59.

Wajah kelam Saburai yang sering jadi cerita “masa lalu” Lampung kini berganti putih berseri. Kubah megah, pilar menjulang, hingga taman hijau yang ramah publik membuat kawasan ini berubah 180 derajat dari tempat nongkrong jadi tempat bersujud.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Peresmian Selevel Hajatan Akbar

Jumat (12/9/2025), sejak pukul 10.00 WIB, suasana peresmian masjid ini nyaris menyerupai hajatan akbar. Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar hadir langsung, didampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta tokoh nasional asal Lampung yang sekaligus donatur utama, Aburizal Bakrie.

BACA JUGA :  Arinal: Kami Akan Perbaiki Tatakelola Aparatur

Deretan tamu undangan pun tak main-main: anggota DPR RI Hanan A. Rozak, mantan Gubernur Arinal Djunaidi, Ketua DPRD Lampung, Ketua MUI, para rektor, dan tokoh lintas organisasi. Semua tumplek blek, membaur dengan masyarakat yang berdesakan hingga ke halaman untuk ikut salat Jumat pertama di masjid baru ini.

Dengan kapasitas 12.000 jemaah, Masjid Raya Al Bakrie kini dinobatkan sebagai yang terbesar dan termegah di Lampung.

Dari Landmark Jadi “Living Mark”

Ketua MUI Lampung, Prof. Mukri, dalam khutbahnya mengingatkan bahwa Islam hadir sebagai rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh alam. Sementara Ketua PERTI Lampung, Dr. Ir. H. Firmansyah YA, MBA., M.Bc., menegaskan, masjid ini tidak boleh berhenti sebagai bangunan cantik.

BACA JUGA :  Harga Rp1.400 Per Kilogram Tak Jelas, Ribuan Petani Singkong Aksi di Kantor Gubernur Lampung

“Masjid ini harus jadi pusat peradaban Islam, ikon dakwah, sekaligus ruang pembinaan umat. Tidak cukup sekadar indah dipandang, tapi harus hidup dan memberi manfaat,” tegasnya.

Dari Ibadah ke Sosial-Ekonomi

Tak hanya jadi tempat salat, masjid ini digadang akan berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya umat. Peresmian pun tidak berhenti di panggung pidato. Dua hari ke depan, ribuan jamaah akan kembali tumpah ruah dalam pengajian akbar yang disiarkan langsung TV One.

Sabtu, 13 September 2025, pengajian akan diisi Syekh Ahmad Al-Misry, AA Jufri Sahati, dan Ustaz Fatih Risyad. Sementara Minggu, 14 September 2025, giliran Ustaz Das’ad Latif dan KH Kholil Nafis yang akan menyampaikan tausiyah.

BACA JUGA :  Sidak DPRD Tinggal Jejak Media, Warga Gunung Agung Tagih Janji Komisi III soal Limbah PT PSM 2

Dari Saburai ke Al Bakrie: Simbol Pergantian Zaman

Bagi banyak orang, peralihan Lapangan Saburai menjadi Masjid Raya Al Bakrie bukan sekadar pergantian fungsi lahan, melainkan simbol pergantian zaman. Dari ruang publik bebas ekspresi, kini menjadi ruang spiritual dengan aturan suci.

Lampung akhirnya punya ikon baru. Ikon yang bukan hanya berkilau dari arsitektur putihnya, tapi juga menyimpan harapan: bahwa pusat ibadah ini akan benar-benar menjadi pusat peradaban, bukan sekadar “foto spot” atau proyek prestisius semata.***