Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

MBG Ramadan di Bekasi: Anggaran Rp10 Ribu, Menu Datang Seharga Takjil

×

MBG Ramadan di Bekasi: Anggaran Rp10 Ribu, Menu Datang Seharga Takjil

Sebarkan artikel ini
Foto penampakan menu MBG di Kota Bekasi mirip takjil

KOTA BEKASI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) semestinya menjadi kabar baik bagi siswa sekolah. Minimal Rp8 ribu per porsi untuk TK-SD dan Rp10 ribu untuk SMP-SMA sudah ditetapkan dalam skema anggaran.

Namun, Ramadan tahun ini menghadirkan “menu reflektif”: satu buah jeruk, satu roti kemasan, dan satu cup agar-agar.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Secara matematis sederhana tanpa perlu kalkulator saintifik paket tersebut diperkirakan hanya bernilai sekitar Rp4 ribuan di harga pasaran. Selisihnya? Cukup untuk menimbulkan tanda tanya yang lebih besar dari ukuran cup agar-agar itu sendiri.

BACA JUGA :  Begini Tanggapan Istana Terkait Polemik Makan Bergizi Gratis

Secara konsep, MBG bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah. Artinya ada keseimbangan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Namun di sejumlah sekolah di Bekasi dan sekitarnya, protein tampak sedang “puasa sunah”.

“Kalau dihitung-hitung, ini lebih cocok disebut ‘makan ringan penuh harapan’.”ujar seorang wali murid berseloroh,

Sementara seorang guru yang enggan disebut namanya menimpali “Kalau ini dihitung sebagai makan bergizi, mungkin definisi gizinya sedang diet Ramadan.”

Jika standar anggaran sudah ditetapkan minimal Rp8–10 ribu per porsi, publik tentu berharap isi kotaknya juga minimal mendekati nilai tersebut. Sebab dalam ilmu ekonomi dasar, angka di atas kertas biasanya punya pasangan berupa barang nyata di lapangan.

BACA JUGA :  Geger, Jasad Tanpa Kepala dan Kaki Ditemukan di Bekasi

Di sinilah masyarakat mulai bertanya:

  • Apakah terjadi efisiensi superhemat?
  • Apakah ada penyesuaian khusus selama Ramadan?
  • Atau jangan-jangan jeruk tersebut termasuk jeruk “filosofis” mengandung makna lebih dari sekadar vitamin C?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari penyelenggara di daerah terkait perbedaan antara nilai anggaran dan realisasi menu.

Ramadan memang identik dengan kesederhanaan. Tapi kesederhanaan berbeda dengan penyederhanaan standar. Anak-anak sekolah tetap membutuhkan asupan protein, energi, dan nutrisi yang cukup, terlebih saat berpuasa.

Jika MBG dimaksudkan sebagai investasi kualitas generasi, maka komposisi menu bukan sekadar formalitas. Karena gizi bukan perkara pencitraan ia bekerja diam-diam di dalam tubuh, membentuk daya pikir dan daya tahan.

BACA JUGA :  Kadin Tanggamus: Dukung Rekomendasi KPPU, UMKM Lokal Jangan Hanya Jadi Penonton Program MBG

Penerima manfaat berharap program ini tidak berhenti pada jargon “bergizi gratis”, tetapi benar-benar menghadirkan makan yang:

  • Gratis,
  • Bergizi,
  • Dan sesuai dengan angka anggaran yang telah ditetapkan.

Sebab bila Rp10 ribu berubah menjadi Rp4 ribu di perjalanan, yang berkurang bukan hanya isi paket melainkan juga kepercayaan.

Ramadan mengajarkan kejujuran dan amanah. Dan mungkin, pelajaran paling bergizi hari ini bukan berasal dari roti atau jeruk melainkan dari tuntutan transparansi.***