Scroll untuk baca artikel
Nasional

MBG Tembus 60,2 Juta Penerima, Prabowo: Setara Beri Makan Afrika Selatan

×

MBG Tembus 60,2 Juta Penerima, Prabowo: Setara Beri Makan Afrika Selatan

Sebarkan artikel ini
Foto: Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan membantu pemenuhan gizi anak usia TK dan balita di Lampung Timur mulai menuai sorotan.

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah menjangkau 60,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Angka tersebut mencakup anak-anak, ibu hamil, serta lansia yang hidup sendiri tanpa pendamping kelompok yang selama ini paling rentan terhadap persoalan gizi.

Pernyataan itu disampaikan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Dari makan bergizi gratis program kita saja, hari ini kita telah mencapai 60.200.000 penerima manfaat. Kalau dihitung berarti kita memberi makan penduduk sebesar Afrika Selatan,” ujar Prabowo.

Perbandingan tersebut memang terdengar bombastis, namun secara matematis tidak berlebihan. Populasi Afrika Selatan berkisar 60 jutaan jiwa. Artinya, setiap hari pemerintah Indonesia mengelola distribusi pangan setara memberi makan satu negara.

BACA JUGA :  YHK, Siap Melakukan Perundingan dengan Pemerintah Terkait TMII

Prabowo menegaskan, program ini bukan hanya soal kebijakan sosial, melainkan soal manajemen berskala besar. Distribusi dilakukan langsung kepada penerima manfaat, bahkan untuk ibu hamil dan lansia makanan diantar hingga ke rumah.

“Tiap hari untuk ibu-ibu hamil kita beri diantar ke rumah. Untuk orang tua lansia diantar ke rumah,” jelasnya.

Secara teknis, ini adalah operasi logistik nasional yang tidak sederhana. Rantai pasok, pengawasan kualitas makanan, ketepatan sasaran, hingga konsistensi distribusi menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dijaga. Dalam skala 60 juta penerima, satu persen saja kesalahan berarti ratusan ribu orang terdampak.

BACA JUGA :  Tandyo Naik Kelas, Indonesia Punya 6 Kodam Baru, Tentara Siap Jaga dari Sabang sampai Serambi TikTok

Namun pemerintah mengklaim sistem pengendalian berjalan masif dan berkelanjutan.

“Saya kira di dunia ini, ini adalah suatu prestasi yang membanggakan. Dari segi manajemen, logistik, dan pengendalian, ini sesuatu yang harus dicatat sebagai prestasi kita,” tegas Presiden.

Sejak digulirkan, program MBG disebut telah memproduksi dan mendistribusikan sekitar 4,5 miliar porsi makanan. Angka ini menempatkan MBG sebagai salah satu program intervensi gizi terbesar dalam sejarah kebijakan publik Indonesia.

Secara satir bisa dikatakan, dapur-dapur MBG kini bekerja lebih sibuk daripada restoran cepat saji mana pun. Bedanya, ini bukan soal bisnis, melainkan soal investasi sumber daya manusia.

BACA JUGA :  Host Siniar Bocor Alus Tempo Mendapat Teror Kiriman Paket Kepala Babi

Program Makan Bergizi Gratis digadang menjadi fondasi membangun generasi sehat dan produktif. Anak-anak dengan asupan gizi cukup diharapkan memiliki daya konsentrasi lebih baik, risiko stunting menurun, serta kualitas kesehatan jangka panjang meningkat.

Namun tantangan ke depan tetap besar: menjaga kualitas, memastikan anggaran efisien, dan memastikan manfaatnya benar-benar terasa dalam indikator kesehatan nasional.

Karena pada akhirnya, keberhasilan program sebesar ini tidak hanya diukur dari jumlah porsi yang dibagikan, tetapi dari dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat.

Jika 60,2 juta perut sudah terisi, maka pekerjaan berikutnya adalah memastikan 60,2 juta masa depan ikut terjamin.***