Perjalanan empat negara tersebut dimulai dari Nakhon Si Thammarat, Thailand, dengan berjalan kaki menempuh ribuan kilometer melewati Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Beberapa Bhiksu juga ada yang merupakan warga negara Indonesia.
Ronny menambahkan, selama melaksanakan ritual dengan melakukan perjalanan, puluhan biksu akan dikawal oleh Laskar Agung Macan Ali Nusantara yang merupakan komunitas muslim asal Cirebon.
BACA JUGA: Ritual Membawa Petaka di Pantai Payangan, 11 Tewas Setelah Terseret Arus Laut
Ritual tapak tilas ini diinisiasi oleh biksu asal Indonesia, Bhante Kantadhammo atau Bhante Wawan.
Selama melakukan thudong, para biksu hanya makan satu kali sehari, menerima makanan serta minuman dari sedekah umat, dan bermalam di suatu tempat pada malam hari.
BACA JUGA: Ini Tiga Nilai Spiritual Kepemimpinan Kepemimpinan Gubernur Jabar
Bhante Wawan mengatakan, thudong merupakan perjalanan spiritual yang pernah dilakukan Sang Buddha dan para murid.
Di negara-negara Buddhis, thudong kerap dipraktikkan oleh biksu khamatama atau biksu dhutanga yang tinggal di hutan.
“Kami mengikuti zamannya Sang Buddha dan para bhikkhu yang tradisinya masih alami, benar-benar mereka mempraktikkan dhutanga ini,” ujar Bhante Wawan.
BACA JUGA: Jaksa Agung Gencar Diserang, Spiritualis: Waspadai Propaganda Koruptor
Para biksu mulai berjalan kaki dari Nakhon Si Thammarat, sebuah kota di selatan Thailand, pada 23 Maret 2023.
Kemudian, mereka berjalan melewati Malaysia dan Singapura. Setelah beristirahat selama tiga hari di Singapura, para biksu melanjutkan perjalanan dan tiba di Pelabuhan Internasional Harbour Bay, Kota Batam, pada Senin (8/5/ 2023).
Dari Batam, mereka menuju Jakarta menggunakan pesawat dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Rabu (10/5/2023). Dan Hari ini Jumat 12 Mei 2023 tiba di di Wihara Budha Dharma Kota Bekasi, Jawa Barat. (*)













