Scroll untuk baca artikel
EkonomiNasionalPendidikan

Mendag Gaspol Campuspreneur di UNS: Mahasiswa Didorong Jadi Bos Sebelum Wisuda, Bukan Sekadar Pemburu Kerja

×

Mendag Gaspol Campuspreneur di UNS: Mahasiswa Didorong Jadi Bos Sebelum Wisuda, Bukan Sekadar Pemburu Kerja

Sebarkan artikel ini
Menteri Perdagangan, Budi Santoso secara resmi meluncurkan Program Campuspreneur di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah,

SURAKARTA — Pemerintah mulai serius “mengganggu zona nyaman” mahasiswa yang selama ini identik dengan skripsi dan wisuda. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, resmi meluncurkan Program Campuspreneur di Universitas Sebelas Maret (UNS), pada Kamis (2/4/2026) kemarin.

Program ini bukan sekadar jargon kewirausahaan kampus. Campuspreneur dirancang sebagai gerakan konkret yang melibatkan 19 perguruan tinggi di Indonesia untuk mencetak mahasiswa menjadi pelaku usaha sejak dini bahkan sebelum toga dikenakan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dalam peluncurannya, Mendag menegaskan pentingnya mengubah pola pikir mahasiswa: dari job seeker menjadi job creator. Sebuah misi yang terdengar ambisius, tapi semakin relevan di tengah ketatnya persaingan kerja.

“Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk mencari kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.

Program ini tidak berhenti pada teori. Mahasiswa akan dibekali:

  • pelatihan kewirausahaan
  • kurasi dan pengembangan produk
  • hingga business matching dengan pembeli luar negeri
BACA JUGA :  Tony Wenas Terpilih Aklamasi Ketua Umum DPP PAPPRI

Artinya, dari ruang kelas bisa langsung lompat ke pasar ekspor tanpa harus menunggu ijazah kering.

Campuspreneur juga diarahkan untuk mencetak wirausaha muda berorientasi ekspor. Di tengah tantangan perdagangan global, pemerintah melihat peluang pasar luar negeri masih terbuka lebar.

Langkah ini sekaligus menjadi strategi untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional, dengan sentuhan inovasi khas generasi muda.

Tak hanya fokus ekspor, program ini juga menyasar penguatan bisnis mahasiswa di dalam negeri. Salah satunya melalui kemitraan dengan ritel modern, membuka akses distribusi yang selama ini sulit dijangkau pelaku usaha pemula.

BACA JUGA :  Akademisi STPK Matauli Kenalkan Sandal Ramah Lingkungan Berbahan Pucuk Nipah

Dengan skema ini, mahasiswa tidak hanya belajar jualan di media sosial, tetapi juga masuk ke rantai pasar yang lebih profesional.

Gagasan Campuspreneur jelas menjanjikan. Namun tantangan di lapangan tidak kecil mulai dari konsistensi mahasiswa, akses permodalan, hingga keberlanjutan usaha.***