LAMPUNG TIMUR – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung Timur berubah menjadi tragedi. Sebuah mobil box Isuzu Carry pengangkut logistik MBG ringsek setelah dihantam dump truk di Jalan Umum Marga Sekampung, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 10.25 WIB.
Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka berat.
Kasat Lantas Polres Lampung Timur, Iptu Wahyu Dwi Kristanto melalui Unit Gakkum Lakalantas, Ipda Mulyadi, menjelaskan kecelakaan melibatkan mobil box Suzuki Carry tanpa nomor polisi (kendaraan distribusi MBG) dengan dump truk BG-8929-MC.
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), mobil MBG melaju dari arah Simpang Pugung menuju Jabung. Saat tiba di lokasi kejadian, dump truk dari arah berlawanan diduga tiba-tiba oleng hingga masuk ke jalur berlawanan dan menghantam mobil box tersebut.
“Dan terjadilah laka lantas yang tidak dapat dihindari,” ujar Ipda Mulyadi.
Benturan keras membuat bagian depan mobil box ringsek parah. Warga sekitar yang mendengar dentuman langsung berhamburan ke lokasi.
Dua orang mengalami luka berat:
- AN (30), sopir mobil MBG, warga Marga Sekampung
- FE (27), penumpang mobil MBG, warga Marga Sekampung
Keduanya sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, dari informasi terakhir, AN dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Kabar duka ini menambah daftar panjang kecelakaan fatal di jalur lintas kabupaten yang dikenal padat kendaraan angkutan barang.
Insiden ini juga memunculkan pertanyaan serius soal keselamatan kendaraan distribusi, terlebih mobil MBG disebutkan tanpa nomor polisi terpasang saat kejadian. Aparat masih melakukan pendalaman terkait kelengkapan administrasi kendaraan serta kondisi teknis dump truk yang diduga oleng sebelum tabrakan.
Jalan Marga Sekampung sendiri kerap dilalui kendaraan berat dengan kecepatan tinggi. Kombinasi truk bermuatan, jalan dua arah tanpa pembatas median, dan kelalaian sepersekian detik bisa berubah menjadi tragedi.
Program boleh bernama “bergizi”, tetapi keselamatan di jalan tetap yang utama.
Satlantas Polres Lampung Timur masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor teknis kendaraan maupun human error.
Sementara itu, arus lalu lintas di lokasi sempat mengalami kemacetan sebelum akhirnya kembali normal setelah evakuasi kendaraan selesai dilakukan.
Tragedi ini menjadi pengingat keras: di jalan raya, satu kendaraan oleng bisa merenggut nyawa. Dan bagi keluarga korban, pagi biasa itu kini berubah menjadi duka yang tak pernah direncanakan.***













