Scroll untuk baca artikel
Kabar Desa

Musdes Margoyoso: Warga Serbu Usulan, Kepala Pekon Janji Sejahtera, BHP Jadi Moderator Demokrasi

×

Musdes Margoyoso: Warga Serbu Usulan, Kepala Pekon Janji Sejahtera, BHP Jadi Moderator Demokrasi

Sebarkan artikel ini
Pemerintahan Pekon Margoyoso memasuki tahapan Musyawarah Desa atau Musdes untuk penyampaian usulan dari perwakilan Masyarakat Pekon.(9/9/2025) - foto Indra Bima

TANGGAMUS – Tahapan penyusunan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran 2026 di Pekon Margoyoso memasuki babak seru, Musyawarah Desa (Musdes). Agenda ini digelar Selasa (9/9/2025) dan berhasil bikin balai pekon lebih rame dari warung kopi pas malam Minggu.

Dipimpin langsung oleh Sutito, Ketua BHP, jalannya musdes berlangsung cair, bahkan bisa dibilang transparan saking transparannya, suara protes warga bisa terdengar sampai ke belakang.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Hampir semua bidang jadi bahan usulan dari pembangunan sampai pemberdayaan. Singkatnya, warga nggak cuma datang numpang duduk, tapi benar-benar unjuk gigi.

Roma Romanda, TPP Pekon Margoyoso yang akrab dipanggil Roma, ikut angkat bicara. Ia mengapresiasi jalannya musdes, sekaligus mengingatkan bahwa desa jangan kebablasan fokus pada usulan lokal, tapi juga harus “menyetel” program pusat.

“BUMPekon sudah makan 20% dana desa, ditambah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang jadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Semua itu sesuai Inpres Nomor 9 Tahun 2025, jadi mari jangan setengah-setengah,” ujar Roma, sambil menegaskan pentingnya sinkronisasi.

BACA JUGA :  Kades Dilarang Gunakan Pihak Ketiga Dalam Program PKTD

Sementara itu, Kepala Pekon Margoyoso, Sudibyo, tampil dengan gaya khas “kepala rumah tangga desa”. Ia menegaskan komitmennya untuk mewujudkan visi dan misi: memajukan pekon dan mensejahterakan masyarakat.

“Janji itu diucapkan mantap, meski sebagian warga sempat berbisik, “Semoga bukan janji edisi kampanye yang diulang-ulang.”

Tak hanya perangkat desa, acara ini juga dihadiri Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kader desa, serta unsur kelembagaan lain. Lengkap, tinggal tukang bakso yang lewat belum diundang jadi peserta resmi.

BACA JUGA :  540 Warga Terinfeksi Covid-19, Desa Bojongkulur Zona Merah

Musdes kali ini ibarat “open mic” untuk warga: semua bebas usul, semua bisa bicara, tapi tentu saja keputusan akhirnya tetap ada di tangan kepala pekon dan regulasi yang lebih tinggi. Setidaknya, masyarakat puas bisa curhat langsung tanpa harus bikin status panjang di Facebook.***