TANGGAMUS – Pantai Cukuh Batu di Pekon Terbaya, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, berubah menjadi saksi detik-detik menegangkan saat dua remaja nyaris kehilangan nyawa akibat terseret arus laut. Peristiwa yang mengguncang warga setempat itu terjadi pada Jumat (2/1/2026) dan menyisakan trauma mendalam bagi para korban maupun keluarga.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Polsek Kotaagung melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Sabtu (3/1/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian mengungkap secara jelas kronologi peristiwa sekaligus memastikan tidak ada unsur kelalaian yang berpotensi membahayakan pengunjung pantai lainnya.
Dua korban diketahui merupakan remaja warga Pekon Terbaya, masing-masing berinisial SL (14) dan AW (14). SL sempat berada dalam kondisi kritis dan hingga kini masih menjalani perawatan medis intensif di RSUD Batin Mangunang, sementara AW dilaporkan selamat dan dalam kondisi fisik stabil.
Olah TKP dipimpin langsung oleh Kapolsek Kotaagung AKP Feriyantoni, S.H., M.H., bersama sejumlah personel. Petugas menyisir lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, serta memastikan kondisi geografis pantai yang diduga memiliki arus bawah laut berbahaya.
Kapolsek Kotaagung AKP Feriyantoni menyampaikan bahwa olah TKP ini merupakan prosedur standar kepolisian untuk memastikan peristiwa tersebut murni kecelakaan laut.
“Kami melakukan pengecekan dan olah TKP untuk mengumpulkan keterangan serta memastikan situasi di lapangan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar AKP Feriyantoni mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya secara langsung telah menjenguk para korban untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.
“Semalam kami menjenguk ke rumah sakit dan pagi ini kembali menjenguk. Alhamdulillah kondisi kedua korban yang selamat sudah membaik, meskipun masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut,” jelasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan bahaya tersembunyi di kawasan pesisir. Kapolsek pun mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak lengah saat beraktivitas di pantai, terlebih bagi anak-anak dan remaja.
“Kami mengimbau pengelola pantai dan pengunjung agar lebih waspada. Orang tua harus selalu mengawasi anggota keluarga, terutama saat mandi di laut, karena gelombang dan arus bisa berubah sewaktu-waktu,” pungkasnya.
Peristiwa nyaris maut ini diharapkan menjadi pelajaran bersama agar keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam menikmati keindahan alam pesisir Tanggamus. ***











