Untuk diketahui bahwa puluhan warga telah menyiapkan lahan sejak 29 hari untuk bercocok tanam jelang musim hujan di Kilometer 26, Kampung Bakung Ilir. Akibat penyerangan itu, dari 12 warga, 3 warga luka serius dan 1 sobek bagian hidung.
Mereka yang luka berobat sekaligus visum ke Rumah Sakit Umum Daerah Menggala (RSUDM). Keempat warga yang luka meminta tolong Presiden Jokowi dan Kapolri menyelesaikan permasalahan mereka.
BACA JUGA: Jangan Asal Klaim, Begini Penjelasan Direktur KBH Lampung Terkait Status Lahan ex TDA
Warga heran tanahnya dianggap milik perusahaan. Sebelum main hakim sendiri, PT SGC pernah melaporkan masyarakat adat ke Polres Tulangbawang penyerobotan lahan.
Namun, menurut warga, setelah melihat bukti-bukti yang sumbernya dari masyarakat atau warga sekitar, tidak ditemukan penyerobotan bahkan sebaliknya perusahaan yang menyerobot lahan warga.
“Itu lahan kami, tapi tiba-tiba kami diserang ratusan orang, ada Satpam Pam Swakarsa serta ada Kopasus yang buang tembakan. Mereka mengeroyok kami, ingin bunuh kami,“ beber Zaidi seperti dilansir radar24.
BACA JUGA: Puncak Musim Kemarau di Lampung Diperkirakan Mulai Pertengahan September Ini
“Anak saya belah hidungnya mengeluarkan darah. Kepala saya dipukul sampai benjol,” beber Zaidi.
Zaidi mengaku dirinnya sudah kehilangan hak atas tanahnya sejak 2003 diambil oleh perusahan dan sampai sekarang tanahnya masih dianggap sengketa.
Kini, warga tak tahu harus berbuat apa. Mereka hanya meminta tolong kepada Presiden Jokowi dan Kapolri secepatnya menyelesaikan permasalahan mereka. (*)






