Pada masa plt Bupati Marjuki Direktur RSUD Bekasi dari dr. Yeni kemudian diganti dr. Alamsyah sebagai Plt lalu diganti dr. Lilla juga sama hanya pelaksana tugas. Dan setelah masa Pj Bupati Dani Ramdan dr. Lilla diganti oleh dr. Arif lalu setelah ini siapa lagi?
“Setahun ini Dirut RSUD berganti 4 kali semua Plt. Tentunya ini patut dipertanyakan kenapa? Karena dikhawatirkan berdampak pada kinerja tim medis RSUD dan kebijakan yang telah dibuat sebelumnya, “ujar Eko Setiawan.
Baca Juga : Kerja Nyata Relawan Kesehatan FKMPB, Antar Jemput Warga Tidak Mampu Untuk Berobat
Dikatakan dampak dari pergantian dengan jarak terlalu dekat tersebut pastinya tak bisa di jadikan acuan oleh management RSUD itu sendiri.
Eko Setiawan mengaku prihatin terkait bongkar pasang Dirty RSUD. Pasalnya jelas dia selama ini FKMPB telah bersinergi dan selalu memberi masukan untuk RSUD lebih baik dan bersih dari KKN.
Baca Juga :Lantik Korwil IV, Juhandi Dorong FKMPB Gali Potensi Wilayah
Kepedulian FKMPB terbukti selalu membantu masyarakat yg tak mampu untuk mendapat pelayanan dari RSUD, dan hal tersebut selalu menjadi dasar kinerjanya, bahkan beberapa kali.
Eko Setiawan mengapresiasi kinerja dr. Lilla dalam pelayanan yang terbuka jika ada pasien membutuhkan terutama kelonggaran terkait administrasi dalam pelayanan kesehatan dari RSUD jika pasien benar tidak mampu.






