JAKARTA — Saat sebagian besar masyarakat Indonesia bersiap mudik dan jalanan dipenuhi koper, bus, serta kendaraan keluarga, pelabuhan perikanan justru berada dalam situasi sebaliknya: tetap sibuk, tetap siaga, dan tentu saja tetap beraroma ikan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan pelayanan di pelabuhan perikanan seluruh Indonesia tetap berjalan optimal selama libur Lebaran 2026. Tujuannya jelas: aktivitas pendaratan ikan, pembongkaran hasil tangkapan, hingga distribusi ke pasar tetap berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Dengan kata lain, ketika sebagian orang libur panjang, rantai pasok ikan nasional tidak boleh ikut “cuti bersama”.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menjelaskan bahwa menjelang dan selama periode Lebaran aktivitas di pelabuhan perikanan justru mengalami dinamika yang cukup tinggi.
Sebagian nelayan memilih pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Namun sebagian lainnya justru memanfaatkan momentum sebelum libur panjang untuk tetap melaut dan mendaratkan hasil tangkapan.
“Sebagian nelayan bersiap kembali ke daerah asal, sebagian lainnya memanfaatkan momentum sebelum libur panjang untuk melakukan aktivitas penangkapan maupun pendaratan ikan,” ujar Latif dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (16/3).
Situasi yang unik memang. Di satu sisi ada nelayan yang mudik, di sisi lain ada yang justru “panen sebelum libur”.
Apel Siaga: Pelabuhan Harus Tetap Tertib
Untuk memastikan aktivitas pelabuhan tetap berjalan aman dan terkendali, KKP menginstruksikan seluruh jajaran pelabuhan perikanan menggelar apel siaga kesiapan operasional menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga tata kelola pelabuhan agar tidak berubah menjadi “parkiran kapal tanpa pengawasan” ketika sebagian orang mulai fokus pada ketupat dan opor.
Ada tiga fokus utama yang ditekankan KKP dalam kesiapsiagaan ini, yaitu:
- Penguatan keselamatan pelabuhan agar bebas kebakaran
- Menjaga kualitas pelayanan publik
- Memperkuat sistem pendataan untuk optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Menurut Latif, tim terpadu pengamanan pelabuhan harus tetap siaga penuh. Peran syahbandar di pelabuhan perikanan juga menjadi kunci dalam memastikan keselamatan pelayaran dan ketertiban aktivitas di dermaga.
“Syahbandar harus memastikan pengawasan keselamatan pelayaran dan ketertiban di dermaga berjalan disiplin,” tegasnya.
Waspada Kebakaran: Jarak Kapal hingga Pengelasan Diawasi
Salah satu perhatian serius KKP adalah potensi kebakaran di kawasan pelabuhan perikanan—risiko yang kerap muncul akibat aktivitas teknis di kapal.
Untuk mencegah hal tersebut, KKP menekankan beberapa langkah penting, antara lain:
- Mengatur jarak tambat kapal agar tetap aman
- Mengawasi secara ketat aktivitas pengelasan kapal
- Melakukan pemeriksaan kondisi kapal sebelum ditinggalkan awaknya
- Memastikan fasilitas keselamatan seperti hydrant, sistem pemantauan, dan akses kendaraan pemadam berfungsi optimal
Langkah ini penting karena di pelabuhan perikanan, satu percikan kecil saja bisa berubah menjadi masalah besar jika tidak diawasi dengan baik.
Pengamanan Gabungan
Selain pengawasan internal, KKP juga melibatkan berbagai pihak untuk menjaga keamanan kawasan pelabuhan selama periode libur Lebaran.
Dukungan Polairud dan TNI AL diharapkan dapat memastikan kawasan pelabuhan tetap aman, terutama di area-area vital yang berkaitan dengan aktivitas perikanan dan distribusi hasil tangkapan.
Di sisi lain, KKP juga mendorong keterlibatan asosiasi nelayan dan kelompok masyarakat untuk membangun sistem pengawasan berbasis komunitas.
Pendekatan ini dianggap penting karena nelayan adalah pihak yang paling memahami dinamika aktivitas di pelabuhan.
Stok Ikan Aman Selama Lebaran
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga pelayanan perikanan tetap optimal sekaligus memastikan ketersediaan stok ikan selama Ramadan hingga Lebaran 2026.
KKP terus melakukan pemantauan produksi ikan di berbagai sentra nelayan dan pelabuhan perikanan di seluruh Indonesia.
Tujuannya sederhana namun vital: memastikan pasokan ikan tetap stabil di pasar saat permintaan meningkat menjelang hari raya.
Karena pada akhirnya, Lebaran di Indonesia bukan hanya soal mudik dan silaturahmi.
Ia juga soal meja makan yang tetap terisi, dan di banyak rumah, ikan masih menjadi salah satu lauk yang paling setia menemani ketupat.***













