Scroll untuk baca artikel
OpiniPolitik

Peluang Kemenangan MSA-Agus Suranto vs Dewi-Ammar di Pilkada Tanggamus 2024

×

Peluang Kemenangan MSA-Agus Suranto vs Dewi-Ammar di Pilkada Tanggamus 2024

Sebarkan artikel ini
Calon Bupati Tanggamus M. Saleh Asnawi dan Dewi Handajani (Mantan Bupati Tanggamus Periode 2019-2024)
Calon Bupati Tanggamus M. Saleh Asnawi dan Dewi Handajani (Mantan Bupati Tanggamus Periode 2019-2024)

Setelah Dewi Handajani memilih Ammar Sirajuddin sebagai pendampingnya, Partai NasDem sepertinya menimbang bahwa Ammar Sirajuddin kurang layak jual secara politik.

Hal ini tentu akan berpengaruh pada elektabilitas dan kemungkinan perolehan suara.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Jadi secara politik akan jauh lebih menguntungkan bagi Partai NasDem jika kemudian mengusung Saleh Asnawi-Agus Suranto.

Hal itu juga tentu mempertimbangkan kepentingan Partai NasDem ke depannya di dalam pemerintahan baru yang akan terbentuk paska Pilkada.

Apalagi ada misi gerakan perubahan yang diusung oleh pasangan Saleh Asnawi-Agus Suranto, yang mungkin sejalan dengan peran Partai NasDem sebagai gerakan perubahan dan restorasi Indonesia.

Peluang MSA Berangus Politik Dinasti di Tanggamus

BACA JUGA :  Jelang Kampanye Serentak, Bawaslu Kota Bekasi Gelar Rakor dengan Parpol dan Stakeholder

Peluang Menang Saleh Asnawi-Agus Suranto terbuka Lebar Jika ditarik garis besarnya, Pilkada Tanggamus 2024 adalah pertarungan antara tuntutan perubahan dan melawan status quo atau bisa diistilahkan sebagai dinasti politik.

Kubu Dewi diakui atau tidak, mewakili dinasti politik 15 tahun terakhir di Tanggamus dari Bambang Kurniawan (Bupati 2 periode) sebelum masa 1 periode Dewi Handajani.

Di level elit, tentu saja ada aspirasi besar untuk menghentikan keberlanjutan dari dinasti ini.

Sementara di akar rumput, aspirasi masyarakat saat ini juga menghendaki ada perubahan signifikan atas kondisi rakyat dan kemajuan pembangunan di Tanggamus.

Dimana hal tersebut dinilai belum bisa diraih selama 15 tahun dinasti politik berkuasa.

BACA JUGA :  Sepi Peminat, Habiburokhman Sebut Hak Angket Layu Sebelum Berkembang

Meskipun sudah jadi rahasia umum bahwa Dewi memiliki pengaruh kuat di jajaran birokrasi dan level pemerintahan tingkat Pekon (desa), tapi alangkah piciknya jika kubu Dewi Handajani sampai menggunakan unsur ASN dan aparat desa di dalam pemenangannya.

Dan jika itu terjadi maka telah terjadi praktek menginjak-injak demokrasi dan melanggar prinsip Pemilu yang Luber dan Jurdil.

Kubu Saleh Asnawi-Agus Suranto, sebenarnya telah berada di satu langkah kemajuan bahwa gagasan perubahan yang diusung pasangan ini disambut luas dan positif baik di kalangan elit dan masyarakat.

PR terbesar bagi kubu Saleh Asnawi-Agus Suranto saat ini tinggal bagimana menancapkan kaki yang lebih kuat di akar rumput.

Jika seluruh koalisi Parpol Pengusung, Parpol Non Parlemen dan Ralawan Jalan Lurus dapat dioptimalkan dengan kerja di akar rumput, maka dipastikan kemenangan akan diraih paslon Saleh Asnawi-Agus Suranto dalam Pilkada kali ini.

BACA JUGA :  Tiga Daerah Gelar Pilkada di Jabar, Diawasi Ketat

Tambahan lain juga Partai NasDem sekarang bersama koalisi Jalan Lurus, yang pernah bersama Dewi Handajani sebelumnya. Jika kartu truf ini dapat dimainkan secara baik, kemenangan siap dikunci Saleh Asnawi-Agus Suranto.

Pemenang dari Pilkada Tanggamus 2024, adalah siapa yang bisa meraih simpati hati dan pikiran rakyat Tanggamus. Kedua kubu yang bertarung tentunya memahami hal ini dan segala sesuatu tentu sedang dsiapkan.

Harapan terbesar tentu saja bahwa Pilkada berjalan lancar, kondusif, jurdil tanpa kecurangan, intimidasi dan pencitraan semata.***