wawainews.ID, Lamtim – Pengerjaan pembangunan Pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), di Desa Kedungringin Kecamatan Pasirsakti, Kabupaten Lampung Timur, terlihat asal jadi tidak sesuai acuan.
Hal lain proyek tersebut terkesan tak bertuan. Pasalnya di lokasi pengerjaan tidak tertera papan proyek sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan (“Permen PU 12/2014”).
Pantauan di lapangan Pembagunan drainese irigasi P3A, tepatnya berlokasi di dusun VI, Desa Kedungringin dengan panjang drainase baru sebatas 375 Meter, lebar atas 90 centimeter (CM) dan lebar bawah 60 CM, tinggi 80 CM.
Informasi yang dihimpun nilai proyek tersebut mencapai Rp195 juta, dengan spek panjang drainase 400 Meter, Lebar atas 120 CM, tinggi 80 CM. Dari total nilai kepala desa setempat akan mendapatkan fee proyek sebesar 5 persen.
“Benar itu proyek P3A, tapi lebih jelasnya temuin langsung ketua pelaksana di lapangan,”ujar Teguh Rianto, Kepala Desa (Kades) Kedungringin kepada Wawai News, Rabu (17/7/2019).
Saat dicoba ke rumah ketua P3A, diketahui bernama Mujiono, tetapi wartawan diinformasikan jika ketua pelaksana proyek P3A tersebut tengah ikut rapat di Bandar Lampung. “Pak Mujiono masih di Bandar Lampung ikut rapat,” kata Sekretaris P3A Marwan (49).
Kepada Wawai News, dia mengakui bahwa pelaksanaan proyek tersebut, pelaksanaannya baru selesai 80 persen. Sementara dana yang cair baru sekira 60 persen.
Berdasarkan pantauan di lokasi, proyek tersebut diketahui menggunakan dana APBN, pelaksanaan pembangunan P3A tersebut terkesan asal jadi baik dari sisi plesteran semen nya sampai aciab semen dan ukuran yang tidak sama dari depan sampai akhir.
Harusnya sesuai acuan keputusan pekerjaan umum dan perumahan rakyat nomor 1096/kpts/m/2018, tentang penetapan daerah irigasi penerima program kecepatan peningkatan tata guna air irigasi tahun 2019, panjang drainase 400 Meter, Lebar atas 120 CM, tinggi 80 CM, dengan nilai proyek 195 juta.
“Iming peroyek untuk mensejahterakan rakyat malah diduga nyari keuntungan dari proyek tersebut,”ujar salah seorang warga setempat.(Abu Umar)