KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan segera menggelar seleksi terbuka (open bidding) guna mengisi sembilan jabatan pimpinan tinggi pratama setingkat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang hingga kini masih kosong.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa proses open bidding ini dilakukan untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, serta menghadirkan pemimpin OPD yang memiliki kapasitas sesuai kebutuhan daerah.
“Ya nanti segera akan kita lakukan open bidding, karena ada proses administrasi yang harus kita lalui terlebih dahulu. Setelah itu, baru kita umumkan tahapan seleksi terbuka ini,” ujar Tri usai memimpin apel pagi, Senin (15/9).
Sembilan Jabatan Kepala OPD yang Kosong
Berdasarkan data Pemkot Bekasi, jabatan yang akan dilelang melalui open bidding meliputi:
- Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi.
- Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Bekasi.
- Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi.
- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi.
- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bekasi.
- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi.
- Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Bekasi.
- Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bekasi.
- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.
Tri menekankan, jabatan strategis di lingkungan OPD tidak boleh dibiarkan kosong terlalu lama karena berdampak pada efektivitas pelayanan publik dan program pembangunan.
Melalui mekanisme open bidding, diharapkan muncul pejabat-pejabat profesional yang mampu memperkuat kinerja birokrasi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Seleksi terbuka ini juga menjadi bentuk komitmen Pemkot Bekasi dalam menciptakan birokrasi yang bersih, profesional, serta berbasis merit system sesuai aturan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
“Kami ingin memastikan jabatan ini diisi oleh orang-orang yang benar-benar kompeten, bukan sekadar berdasarkan kedekatan. Bekasi harus punya birokrasi yang kuat untuk menghadapi tantangan ke depan,” tegas Tri.
Dengan segera dibukanya proses seleksi, publik menaruh harapan agar jabatan-jabatan kosong tersebut segera terisi oleh pejabat yang tepat, sehingga roda pemerintahan Kota Bekasi dapat berjalan lebih optimal dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.***












