Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Budaya

Penuh Makna, Inilah 6 Tradisi Perayaan Natal di Indonesia

×

Penuh Makna, Inilah 6 Tradisi Perayaan Natal di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Tradisi Wayang Wahyu di Yogyakarta dalam menyambut perayaan Natal (Shutterstock/Yustika Muharastri)
Tradisi Wayang Wahyu di Yogyakarta dalam menyambut perayaan Natal (Shutterstock/Yustika Muharastri)

WAWAINEWS.ID – Desember 2023, telah dimulai perayaan Natal yang jatuh setiap tanggal 25 Desember di depan mata. Berbagai persiapan telah dilakukan menyambut Natal dan Tahun Baru.

Berbicara tentang Natal, tahukah kalian bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi perayaan Natal yang berbeda-beda dan unik.

Example 300x600
Scroll untuk baca artikel

Perayaan Natal tak hanya sekadar menghias pohon Natal dengan berbagai ornamen.

Tradisi perayaan Natal di berbagai daerah di Indonesia menjadi simbol kebersamaan yang telah dilakukan secara turun-temurun secara zaman nenek moyang.

BACA JUGA: Buya Yahya sebut muslim tak boleh ucapkan ‘Selamat Natal, Begini Alasannya

Bahkan, setiap tradisi perayaan Natal tersebut kental dengan budaya asli, sekaligus menyimpan banyak makna mendalam.

Lebih lengkapnya, berikut 6 tradisi Natal di Indonesia yang terkenal unik dan penuh makna:

  • Rabo-Rabo

Di balik kota Metropolitan yang terkenal dengan gaya hidup modern, Jakarta memiliki tradisi Natal yang terkenal unik dan masih dilestarikan sampai sekarang, yakni Rabo-Rabo.

Tradisi Rabo-Rabo bisa ditemukan di Kampung Tugu, Kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Kawasan ini disinggahi sekelompok pemeluk agama Kristen keturunan Portugis.

Tradisi itu dilakukan setiap menjelang Hari Natal, Rabo-Rabo diartikan sebagai “Ekor-Mengekor”, atau dalam bahasa Kreol Portugis adalah dilakukan dengan berkeliling area kampung dan mengunjungi rumah-rumah kerabat, sambil menyanyikan lagu keroncong.

Di puncak perayaan Rabo-Rabo akan dilakukan tradisi mandi-mandi, yaitu menggambar wajah satu sama lain dengan bedak putih.

Menurut kepercayaan, kegiatan tersebut menyimbolkan penebusan dosa dan pengampunan, serta untuk memulai dan menyambut Tahun Baru dalam keadaan bersih.

BACA JUGA: PMII Tribuana Gaungkan Toleransi di Hari Natal dengan Membagikan Bunga di Gereja

  • Wayang Wahyu

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga memiliki tradisi Natal yang tidak kalah unik dan menarik diikuti.

Berbeda dengan sebelumnya, tradisi Natal di Yogyakarta dimeriahkan dengan pentas kesenian Wayang Wahyu, yaitu pertunjukan wayang kulit yang diangkat dari cerita-cerita di Alkitab.

Wayang Wahyu tak hanya pentas kesenian wayang “biasa”, tapi juga menjadi sarana untuk menyampaikan wahyu atau firman Tuhan.

Menariknya lagi, tradisi Wayang Wahyu pun menjadi sarana untuk menunjukkan akulturasi budaya dan simbol toleransi keberagaman.

BACA JUGA: Polres Pringsewu Terjunkan Ratusan Personil Pengamanan Misa Natal

  • Ngejot dan Penjor 

Dikenal sebagai daerah dengan toleransi agama yang sangat tinggi, jangan heran jika Sobat Parekraf akan menemukan tradisi keagamaan setiap agama di Bali.